Pertemuan IMF-WB

Mandiri Bidik Investasi Proyek Infrastruktur USD3 Miliar

Desi Angriani 06 Oktober 2018 09:02 WIB
bank mandiriimf-world bank
Mandiri Bidik Investasi Proyek Infrastruktur USD3 Miliar
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membidik penanaman investasi di proyek infrastruktur sebesar USD3 miliar dalam pertemuan tahunan IMF-WB. Ajang ekonomi bergengsi tingkat dunia itu dimanfaatkan Bank Mandiri dengan menyelenggarakan seminar pembangunan infrastruktur serta pembiayaannya.

"Sehingga nanti ada sign in dari banyak proyek sekitar USD3 miliar yang komitmen investasinya di beberapa proyek stabil di Indonesia," ucap Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, ketika melakukan Media Visit ke Media Group, Kedoya, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Tiko, sapaan akrabnya, menambahkan momen tersebut juga dimanfaatkan untuk meluncurkan reksa dana infrastruktur. Salah satu  mengambil alih sejumlah proyek jalan tol dalam negeri. Selain itu, pihaknya mendorong pembiayaan proyek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang tengah dijalankan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

"Nanti juga meluncurkan reksa dana untuk infrastruktur, misal, mengambil alih beberapa tol road, nanti ada pembiayaann juga untuk ITDC kawasan pariwisata di Lombok," tutur dia.

Untuk Pavilion Indonesia, Bank Mandiri berpartisipasi menampilkan produk kerajinan tangan, pariwisata, dan produk-produk UKM lainnya. Ia meyakini pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia tersebut akan meningkatkan investasi langsung sehingga rupiah kembali perkasa.

"Harapan kami IMF-WB merupakan suatu katalis untuk memberikan kepercayan investasi langsung di Indonesia, dalam jangka menengah USD bisa mengalir dan memperkuat rupiah," tegas Tiko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 20 ribu delegasi yang bakal hadir terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi, dan media akan hadir dan memeriahkan pertemuan tahunan tersebut.

Sementara 189 negara anggota IMF meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Inggris Raya, Uni Eropa, Mesir, India, Pakistan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Lebanon, Turki, Somalia, Pantai Gading Kamerun, Kenya, Uni Emirat Arab,  Yordania, Israel, Mongolia, Vanuatu, dan lainnya.

Adapun pertemuan tersebut terdiri dari beberapa agenda yang meliputi IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, World Bank Development Committee, Pertemuan Grup Kerjasama Ekonomi Lainnya (G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF), Pertemuan Sektor Perbankan dan Riil Lainnya, Seminar dan International Conference serta Konferensi Pers.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id