Pengelolaan dan Pembiayaan Bencana Jadi Bahasan di IMF-WB Bali

Suci Sedya Utami 08 Oktober 2018 12:12 WIB
imf-world bank
Pengelolaan dan Pembiayaan Bencana Jadi Bahasan di IMF-WB Bali
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti -- Foto: AFP/ PRAKASH SINGH
Bali: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pengelolaan bencana dan pembiayaan akan menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali.

"Salah satu topik yang saya anggap penting untuk Indonesia adalah Disaster Risk Management dan Financing. Jadi kita masukkan dalam voyage. (Voyage to Indonesia / VTI), dan saya ingin nanti di Bali ini salah satu event yang penting," jelas Ani sapaannya dalam kanal youtube Kementerian Keuangan, Senin 8 Oktober 2018.

Menurutnya, pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar dunia ini harus dimanfaatkan oleh negara-negara rawan bencana untuk saling bertukar pikiran dan mencari solusi bersama.

"Kita akan saling gunakan ajang ini untuk tukar pikiran, saling belajar. Ada expert yang akan didatangkan. Kita akan bicara dengan industri asuransi, kita akan bicara di antara para Menteri Keuangan, Lembaga multilateral kalau mereka bisa membawakan asuransi membangun triasuransi," ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan pemetaan, struktur dan sistem pembiayaan. Dengan begitu, Indonesia dapat menerapkan dan mengelola risiko bencana alam secara bijak.

"Karena ini masalah  mengelola risiko dan bagaimana risiko itu dipetakan, distrukturkan, kemudian itu dibiayai, dicover, itu semuanya adalah salah satu yang ingin saya belajar dan kembangkan di Indonesia," pungkas dia.

Sebelumnya, Ketua Panitia IMF-World Bank Annual Meeting Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mengusulkan adanya dana penanggulangan bencana secara internasional dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali nanti.

Menurutnya bencana alam harus menjadi perhatian khusus layaknya permasalahan sampah yang kini menjadi perhatian dunia. Misalnya, ledakan Gunung Krakatau dan Tambora yang terjadi ratusan tahun lalu telah mengakibatkan separuh negara di dunia menjadi gelap gulita.

"Kemarin juga mau diusulkan. Jadi saya pikir Indonesia bisa jadi leader untuk mengedepankan ini, karena belum pernah dibicarakan," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id