Wakil Ketua Forum MeMinds Salina Nordin. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Wakil Ketua Forum MeMinds Salina Nordin. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Maksimalkan Generasi Muda Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Ekonomi pembangunan generasi milenial
Husen Miftahudin • 19 November 2019 13:37
Jakarta: The Meeting of Minds Forum (MeMinds) akan menggelar konferensi internasional dengan mengangkat tema 'Menghadapi Isu-isu Global Demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan'. Dihelat pada 11-12 Desember 2019, konferensi internasional ini bertujuan memaksimalkan potensi generasi muda untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
 
Wakil Ketua Forum MeMinds Salina Nordin mengakui Indonesia memiliki potensi besar pada ekonomi berkelanjutan. Untuk itu, perhelatan konferensi internasional MeMinds bisa menjadi jalan dan upaya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan tersebut.
 
"Indonesia memainkan peran penting dalam forum ini karena negara ini punya ekonomi terbesar di wilayah Asia Tenggara dengan lebih dari 270 juta populasi dan muslim sebagai mayoritas. Pesatnya pertumbuhan keuangan dan perbankan Islam, Indonesia akan menjadi acuan studi berharga bagi dunia," ujar Salina dalam konferensi pers di The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


The Meeting of Minds Forum akan dihadiri figur-figur penting seperti penerima Nobel di bidang biokimia dan fisiologi molekuler, Sir Richard Timothy Hunt. Kemudian Co-Founder The Billion Dollar Funds, Nadereh Chamlou.
 
Forum yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini juga akan membahas topik utama seperti sains, teknologi, dan inovasi sebagai langkah dalam menyediakan solusi pengembngan berkelanjutan melalui keuangan dan perbankan Islam, mendorong pemasukan dan keberlanjutan lewat solusi wakaf, bisnis, modal usaha, serta pemberdayaan gender dan kaum muda.
 
"Juga akan membahas peran sains dalam biologi baru dan bioteknologi. Kecerdasan buatan, revolusi teknologi informasi komunikasi, kebijakan berkelanjutan untuk hutan, agrikultur, hingga ketahanan pangan," tuturnya.
 
Salina melanjutkan konferensi internasional MeMinds jadi langkah dalam menghadapi isu-isu global dan menghubungkn potensi pengembangan pembangunan berkelanjutan antara ASEAN dengan Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tengah.
 
"Hubungan ini untuk membawa ide-ide dan ilmu pengetahuan terbaik di bidang ekonomi, sosial budaya dan pandangan politik, saintifik untuk meraih tujuan pembangunan berkelanjutan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi masa depan yang makmur dan berkelanjutan," papar dia.
 
Tema-tema yang didiskusikan di konferensi MeMinds diyakini bermanfaat untuk negara-negara di wilayah ASEAN dan Middle East News Agency (Mena). Apalagi berdasarkan data Asian Development Bank, sekitar 9,8 persen dari populasi Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan pada 2018. Akses kepada sumber makanan di Indonesia juga tidak merata (data World Food Program), dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kemiskinan dan kurangnya infrastruktur.
 
Tak hanya itu, tingginya harga pangan dengan harga beras mencapai 50-70 persen lebih mahal dari negara-negara tetangga memperburuk kondisi ini. Akibatnya, 19,4 juta penduduk tidak mencapai kebutuhan pangan mereka.
 
"The Meeting of Minds Forum sangat diperlukan. Dengan wawasan, keahlian, dan kerja sama antara kami dan generasi berikutnya, kita mampu merancang roadmap untuk meraih masa depan yang makmur dan berkelanjutan," pungkas Salina.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif