Dirjen Pajak Suryo Utomo saat dilantik Menkeu Sri Mulyani. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Dirjen Pajak Suryo Utomo saat dilantik Menkeu Sri Mulyani. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Tugas Berat Menanti Dirjen Pajak Suryo Utomo

Ekonomi perpajakan ditjen pajak
Nia Deviyana • 01 November 2019 17:21
Jakarta: Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan tugas berat menanti Suryo Utomo yang baru saja dilantik sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak baru. Yustinus menuturkan tekanan perekonomian global dan domestik masih berdampak pada penerimaan pajak.
 
"Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang lebih proaktif, didukung kerja tim yang solid, lincah, dan profesional, dan dukungan politik yang kuat, khususnya menuntaskan revisi UU Perpajakan, perbaikan kelembagaan, core tax system, dan pemanfaatan data/informasi perpajakan," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat, 1 November 2019.
 
Yustinus menilai capaian Dirjen Pajak sebelumnya telah memberi landasan dan rintisan yang cukup baik dan perlu dilanjutkan. Pengutamaan perumusan kebijakan yang moderat, fair, menjamin kepastian, dan implementasi yang konsisten di lapangan adalah tantangan terpenting.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu tantangan penerimaan pajak juga menjadi perhatian karena kebutuhan sumber pembiayaan pembangunan yang terus meningkat. Tak dipungkiri di tengah tuntutan moderasi, masih terdapat sumber-sumber penerimaan baru yang dapat ditindaklanjuti dan menghasilkan tambahan penerimaan, terutama dari data atau informasi perpajakan.
 
"Untuk itu kami memberikan dukungan dan mengajak seluruh pihak mendukung Dirjen Pajak dan jajaran agar dapat mengeksekusi kewenangan dengan baik dan tanpa campur tangan, untuk memastikan tiap warga negara melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik dan benar," kata dia.
 
Selanjutnya, Yustinus mengatakan, penguatan kelembagaan otoritas perpajakan harus terus dilakukan agar dapat menjalankan tugas dengan efektif dan optimal. Dukungan penuh Presiden, DPR, dan institusi penegak hukum amat dibutuhkan. Di sisi lain, tuntutan agar praktik pemungutan pajak semakin adil, fair, berintegritas, dan transparan juga harus ditingkatkan.
 
"Tugas Dirjen Pajak baru adalah memastikan kita bekerja dan berjalan dalam takaran dan timbangan yang tepat," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif