Mendag Agus Suparmanto. Foto : MI/Susanto.
Mendag Agus Suparmanto. Foto : MI/Susanto.

Pemerintah Targetkan 11 Perjanjian Perdagangan Internasional

Ekonomi perdagangan ri
Desi Angriani • 30 Oktober 2019 19:50
Jakarta: Pemerintah menargetkan sebelas perjanjian perdagangan internasional (PPI) pada 2020. Negara yang disasar antara lain anggota The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN+6.
 
"Kita targetnya kurang lebih 11 perjanjian perdagangan," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Agus menjelaskan perluasan perjanjian dagang tersebut meliputi ratifikasi sejumlah perjanjian yang belum tuntas di masa lalu. Ia berjanji merampungkan daftar negara sasaran pada bulan depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Awal bulan depan sudah clear semuanya," ungkap Agus.
 
Untuk negara Uni Eropa, Agus berencana memprioritaskan perjanjian dagang komoditas sawit atau produk turunan sawit. Pasalnya, Indonesia masih tersandung aksi boikot terhadap minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).
 
"Jadi kita akan pastikan sawit akan selesai," ucap dia.
 
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menambahkan perjanjian dagang dengan Uni Eropa akan menjadi prioritas pemerintah. Pasalnya, UE terdiri dari 27 negara dengan kebutuhan impor yang beragam.
 
"Salah satu yang menjadi prioritas kami adalah perjanjian perdagangan internasional dengan European Union," imbuh Jerry.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan perjanjian perdagangan penting demi meningkatkan ekpor yang tengah melesu. Di samping itu, tetap mendorong investasi dengan memangkas berbagai regulasi perizinan.
 
"Peningkatan ekspor dan invetasi jadi kunci kegiatan kita di bidang ekonomi," kata Jokowi.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif