Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar.

BI Yakin Ekonomi Indonesia Capai 6,1% di 2024

Ekonomi bank indonesia
Angga Bratadharma • 09 Desember 2019 14:54
Labuan Bajo: Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh positif dan kuat di tahun-tahun mendatang. Bahkan, BI meyakini perekonomian Tanah Air mampu mencapai level 6,1 persen pada 2024, sejalan dengan perbaikan yang dilakukan pemerintah dan pihak-pihak terkait.
 
"Kita optimistis ke depan ekonomi Indonesia akan membaik dan di 2024 pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 6,1 persen," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Endy Dwi Tjahjono, saat Pelatihan Wartawan Bank Indonesia, di Labuan Bajo, NTT, Senin, 9 Desember 2019.
 
Selain itu, tambahnya, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan di 2024 berada di kisaran 2,3 hingga 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan tingkat inflasi di kisaran 2,0-4,0 persen. Sedangkan di 2045, diyakini Indonesia akan menjadi negara maju dan negara berpendapatan tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan di 2019 cukup baik dan diperkirakan terus membaik pada 2020. Perbaikan perekonomian Indonesia akan meningkat lebih tinggi dalam jangka menengah," ucap Endy.
 
Di sisi lain, Endy menegaskan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Pada September 2019, lanjutnya, Indeks Stabilitas Sistem Keuangan (ISSK) dan Indeks Risiko Sistemik Perbankan (IRSP) tetap terjaga dalam zona normal didukung oleh kondisi pasar keuangan dan permodalan perbankan yang tinggi.
 
"Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada September 2019 tetap terjaga di level rendah yaitu 2,66 persen (gross) atau 1,18 persen (net)," tukasnya.
 
Lebih lanjut, masih kata Endy, transmisi kebijakan moneter terus berlanjut. Rerata tertimbang suku bunga deposito turun 12 bps dibandingkan dengan September 2019 sehingga tercatat 6,45 persen pada Oktober 2019. Kemudian suku bunga kredit mulai turun terutama pada kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tercatat 10,04 persen dan 10,26 persen.
 
"Sementara itu, pertumbuhan kredit melambat dari 8,59 persen (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 7,89 persen (yoy) pada September 2019, terutama dipengaruhi permintaan kredit korporasi yang belum kuat," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif