Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Foto : MI/Panca
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Foto : MI/Panca

5 Strategi BI Sokong Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi infrastruktur
Husen Miftahudin • 02 Desember 2019 21:31
Jakarta: Bank Indonesia (BI) punya lima strategi dalam menyokong upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Meski pembangunan infrastruktur berkelanjutan menjadi salah satu visi baru Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, namun rasio stok infrastruktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru sebesar 43 persen.
 
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengakui rasio stok infrastruktur terhadap PDB itu masih di bawah sebagian besar negara maju. Oleh karena itu, bank sentral meramu lima strategi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Pertama, sebutnya, adalah dengan meningkatkan peran investor swasta dan pembiayaan yang inovatif. Kedua, peningkatan kualitas persiapan proyek infrastruktur (feasibility study).
 
"Ketiga kolaborasi dan sinergi kebijakan pemerintah pusat, daerah, dan otoritas terkait lainnya untuk mengharmonisasikan proyek infrastruktur dengan kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, dan pariwisata," ujar Destry dalam seminar internasional bertema 'The Pivotal Role of Infrastructure Financing to Advance Sustainable Growth' di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, pengintegrasian data dan informasi untuk meningkatkan monitoring serta evaluasi penyelesaian proyek infrastruktur Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Terakhir, mendorong akselerasi pembiayaan infrastruktur.
 
Terkait poin terakhir, Bank Indonesia juga berupaya terus mengoptimalkan kapasitas intermediasi perbankan melalui kebijakan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) yang akomodatif, mendorong penerbitan surat berharga komersial dan pemanfaatan instrumen hedging, serta memberikan pendampingan pada pemerintah daerah.
 
"Kebijakan Bank Indonesia tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan infrastruktur menuju Indonesia Maju," tegasnya.
 
Menurut Destry, percepatan pembangunan infrastruktur dimaksudkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Dia yakin ketersediaan infrastruktur yang saling terhubung dapat membuat Indonesia keluar dari jebakan masyarakat berpenghasilan menengah atau middle income trap.
 
Namun, upaya-upaya tersebut bukan tanpa halangan. Tantangan terbesar merealisasikan percepatan pembangunan infrastruktur adalah perlambatan ekonomi global. Apalagi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini hanya akan mencapai tiga persen dan 3,1 persen untuk tahun depan.
 
"Kita harus percaya bahwa kita akan dapat melewati musim kesulitan ekonomi, Indonesia harus menemukan sumber pertumbuhan baru, dan menjaga optimisme di tengah ketidakpastian," pungkas Destry.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif