Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Beras Bulog Sudah Wajib di Pemprov Sulsel

Ekonomi beras bulog
Ilham wibowo • 29 November 2019 14:52
Jakarta: Perum Bulog berharap produknya lebih banyak dikonsumsi masyarakat lantaran kualitas saat ini jauh lebih baik dibandingkan dekade sebelumnya. Pengembangan sektor komersial, Bulog mendorong penyerapan beras dari petani lokal turut didukung aparatur sipil negara.
 
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan seluruh aparatur negara menjadi target pasar eksklusif Bulog dan diusulkan dengan pembelian wajib. Pegawai ASN ditambah personel TNI-Polri yang totalnya kurang lebih mencapai lima juta orang akan membuat Bulog lebih kompetitif di pasar beras komersial.
 
"Potensi pasar ASN untuk Bulog besar, semua ASN, TNI-Polri jadi target kami," kata Wahyudi ditemui di Hotel Aston, Kuningan, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum disetujui serentak untuk nasional dari pemerintah pusat, langkah permulaan telah dilakukan Bulog bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Upaya Bulog mengelola tunjangan beras ASN Pemprov Sulsel bisa dilakukan lantaran keleluasaan otonomi daerah.
 
"Yang jelas kini Sulawesi Selatan sudah karena Pak Gubernurnya membuat regulasi semua ASN di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berasnya dari Bulog," paparnya.
 
Beras premium yang dikonsumsi ASN pun berasal dari petani lokal daerah setempat dan diserap Bulog. Harga jualnya pun disesuaikan dengan kualitas beras terbaik yang diberikan.
 
"Artinya kami serap beras petani di sana kami olah dan kami kembalikan ke masyarakat di sana, terkait tunjangan biaya saya kira sudah diatur di masing-masing daerah," ujarnya.
 
Menurut Wahyu, inisiasi agar seluruh ASN Indonesia bisa wajib beli beras Bulog masih dalam tahap negosiasi di Kementerian Dalam Negeri. Dukungan Kementrian Keuangan yang memberikan alokasi anggaran bagi tunjangan beras para ASN pun ikut jadi bagian terpenting.
 
Nilai tunjangan pangan ASN yang saat ini hanya Rp7 ribu per satu kg beras dinilai belum masuk dalam rentang harga beras premium Bulog di kisaran Rp11 ribu-Rp15 ribu per kg. Sementara Bulog, perlu menjaga kualitas produk dengan fokus di jenis beras tipe tertinggi.
 
Tantangan implemetasi kewajiban ASN beli beras Bulog ini pun hanya perlu dicarikan formula terbaik. Dengan tunjangan beras yang ada saat ini diambil dalam bentuk uang tunai, para ASN sudah mampu mengkonsumsi beras premium yang dibeli di pasar bebas.
 
"Harapannya semua ASN, TNI dan Polri seperti beralih ke Bulog, tapi kembali ke kondisi sebenarnya seperti apa, kami ingin serap maksimal dari petani dan hilirnya juga harus ada. Seperti sekarang serap banyak dari petani tugas selesai, tapi dihilirnya belum dan masih mampet," kata Wahyu.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif