NEWSTICKER
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan). Foto: dok Kementan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan). Foto: dok Kementan.

Kementan dan Provinsi Sumsel Sinergikan Program Pertanian

Ekonomi kementerian pertanian
Ilham wibowo • 07 Januari 2020 11:30
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur daerah merupakan salah satu daya dukung dalam pembangunan pertanian nasional.
 
Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Gubernur Sumatera Selatan serta jajarannya di Komplek Kediaman Menteri Jalan Widya Chandra, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
 
"Pola pembangunan sistem kluster menuntut kualitas jalan dan pelabuhan yang baik dan memadai. Bahkan daya tampung pelabuhan harus berorientasi ekspor. Ini akan memperpendek rantai dan menstimulus pereknomian daerah berputar," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum menjabat sebagai Mentan, Syahrul pernah menduduki kursi Gubernur Sulawesi Selatan dua periode yang sukses membawa wilayahnya dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8 persen. Ia saat itu fokus pada pengembangan usaha kecil menengah dan pertanian.
 
"Kita bangun bersama-sama pertanian. Kuncinya adalah keberanian, kerja sama, kerja keras dan fokus. Kita tinggalkan pola kerja yang sporadis dan mulai berani mengambil inisiatif hal-hal baru yang sebelumnya kita anggap hanya negara lain yang bisa," ungkap Syahrul.
 
Sumsel, menurut Mentan Syahrul juga potensial untuk pengembangan agrowisata kopi. Sebaran sentra komoditas kopi di Sumsel sendiri terdapat di enam kabupaten, yaitu Empat Lawang, Lahat, OKU Selatan, Muara Enim, OKU, dan Pagar Alam yang merupakan perkebunan rakyat.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan bahwa Sumsel kini tengah berbenah. Ia menargetkan perbaikan jalan yang di bawah wewenang pemerintah provinsi selesai pada akhir 2020.
 
"Kami memiliki cita-cita, produk pertanian kami bisa dikenal luas. Beras, kopi dan yang lain-lain. Oleh karena itu kami ingin mengirim langsung dari Sumsel melalui pelabuhan-pelabuhan yang kami miliki. Karena potensi alam dan luasan lahan di Sumsel sangat potensial untuk pengembangan komoditas tanaman pangan dan perkebunan," kata Herman.
 
Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, luas kawasan budidaya pangan dan hortikultura Sumsel adalah 2,1 juta hektare (ha), kawasan perkebunan 3,8 juta ha. Prouksi padi Sumsel pada 2019 sebesar 4,6 juta ton, jagung 952 ribu ton. Sedangkan untuk komoditas perkebunan, produksi 2018 untuk kelapa sawit 3,8 juta ton, karet 1,08 juta ton, kopi 145 ribu ton.
 
Herman Deru pun bertekad untuk menjadikan kembali Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Ia optimistis dengan sinergitas yang diperkuat dengan pemerintah pusat serta gerakan masyarakat di sektor pertanian.
 
"Kedatangan kami menghadap Pak Mentan Syahrul adalah bukti keseriusan kami untuk bersinergi mewujudkan itu semua sekaligus mau belajar bagaimana Pak Menteri SYL sewaktu dulu menjabat sebagai Gubernur Sulsel berhasil menurunkan inflasi dan tingkat kemiskinan serta berhasil menyalurkan kredit pembiayaan usaha rakyat sebesar Rp3,1 triliun dengan nilai kemacetan hanya 0,14 persen," ungkap Herman.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif