Ilustrasi BCA. FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya.
Ilustrasi BCA. FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya.

BCA Akui Tren Pertumbuhan Kredit Loyo

Ekonomi bca kredit
Annisa ayu artanti • 09 Oktober 2019 12:10
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat terjadi pembiasan pada tren pertumbuhan kredit tahun ini. Biasanya tren pertumbuhan kredit akan melaju kencang saat akhir tahun, namun tahun ini agak sedikit loyo.
 
Direktur BCA Subur Tan mengatakan anomali kredit tersebut terjadi karena pertumbuhan ekonomi saat ini. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya stagnan di lima persen.
 
"Kredit ini sebenarnya melengkapi pergerakan ekonomi, kredit tidak bisa dipaksa kencang berlari kalau memang ekonomi tidak bisa menampung," kata Subur ditemui di Pacific Place, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Subur juga mengakui bisnis di sektor perbankan secara alamiah memang mengikuti kondisi ekonomi, baik global dan domestik. Perusahaan tidak bisa memaksakan diri untuk menargetkan pertumbuhan kredit yang tinggi, sebab akan berakibat pada membengkaknya kredit macet atau (Non Performing Loan/NPL).
 
"Kita tidak bisa memaksakan diri untuk kencang karena dampaknya NPL bisa ke mana-mana kan gitu," jelas dia.
 
Meskipun dalam laporan penyaluran kredit perbankan Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit melambat pada Agustus 2019, tidak merevisi target pertumbuhan kredit perseroan. Perseroan tetap menaruh target tumbuh 8-10 persen.
 
BI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp5.489‚6 triliun atau hanya tumbuh 8,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mampu menyentuh 9,7 persen. Perlambatan penyaluran kredit terjadi baik pada golongan debitur korporasi maupun perseorangan.
 
BCA berharap fokus pemerintah dalam pengembangan infrastruktur dapat mendorong penyaluran kredit perseroan. Selain itu. sektor perdagangan juga dipercaya dapat mendorong capaian pertumbuhan kredit. Ia yakin masih banyak masyarakat yang berbelanja hingga akhir tahun.
 
"Kita harus konservatif, kita BCA masih berharap bisa tumbuh walau tidak kencang tahun lalu ya 8-10 persen kami harap bisa dapat kami capai," tukas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif