Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

OJK dan BEI Didesak Segera Periksa Garuda Indonesia

Ekonomi garuda indonesia
Husen Miftahudin • 17 Juli 2019 16:31
Jakarta: Aliansi kepemudaan, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) segera meminta kembali Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) yang dibuat pada 31 Maret 2019. Garuda harus menyajikan laporan keuangan tersebut selambat-lambatnya pada 26 Juli 2019.
 
Pimpinan Pusat (PP HIMMAH) Aminullah Siagianmengatakan permintaan OJK dan BEI tersebut telah sesuai dengan pelanggaran ketentuan Nomor III.1.2 Peraturan BEI tentang kewajiban menyampaikan informasi yang mengatur mengenai Laporan Keuangan, serta pelanggaran terhadap Pasal 69 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UU PM), peraturan Bapepam dan LK nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik.
 
"Pengenaan sanksi dan permintaan untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, per 31 Maret 2019 serta permintaan melakukan public expose insidentil oleh OJK dan BEI," ujar Aminullah dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan Garuda wajib melaksanakan permintaan OJK dan BEI tersebut. "Hal ini dalam rangka menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien, serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri pasar modal Indonesia," ungkapnya.
 
Aminullah juga mendesak Garuda segera menurunkan tarif tiket agar bisa dijangkau masyarakat luas. Mahalnya tiket serta laporan keuangan yang 'dipercantik' membuat masyarakat hilang kepercayaan terhadap maskapai pelat merah ini.
 
"Sehubungan dengan naiknya tarif tiket penerbangan, laporan keuangan wajib ditinjau dan diperhatikan sebaik mungkin, agar dapat mengeluarkan kebijakan yang bermasyarakat dan dapat dijalankan bersama," tegas Amin.
 
Aminullah juga mendorong KPK segera masuk dalam permasalahan ini. Ia menduga pembuatan laporan keuangan Garuda terdapat unsur pidana korupsi.
 
"Saya berharap KPK segera turun tangan menyelesaikan masalah ini. Saya menduga ada unsur korupsi di dalamnya," pungkas Amin.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif