Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Kadin: Kartu Prakerja Solusi Dampak PHK Besar-Besaran

Ekonomi pertumbuhan ekonomi kadin ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 09 Agustus 2019 14:28
Jakarta: Ketua Kamar Dagang (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menilai kartu prakerja yang akan dirilis Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menjadi solusi dari dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang ke depan diprediksi terjadi cukup masif.
 
"Bagaimana pada saat mereka diberhentikan, mereka punya safety net. Misal dengan pelatihan kerja atau kartu prakerja yang Insyaallah tahun depan (diresmikan). Sehingga mereka bisa meningkatkan diri mereka dengan perubahan yang cepat, dan tidak menjadi beban negara," jelas Rosan, usai mengisi diskusi di Hotel Burobudur, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019.
 
Rosan melanjutkan PHK besar-besaran memang menjadi kondisi yang memprihatinkan. Namun, kebijakan tersebut terkadang harus dipilih demi menjaga ketahanan perusahaan. "Jadi terpaksa PHK menjadi tindakan tidak populer yang harus diambil," imbuhnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain faktor internal perusahaan, Rosan menyebut, PHK besar-besaran juga sebagai dampak dari kondisi perekonomian global yang turut memengaruhi negara berkembang. Terlihat dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019, hingga perang dagang antara Amerika Serikat-Tiongkok yang tidak kunjung usai.
 
"IMF menurunkan pertumbuhan ekonomi menjadi 3,3 persen dari semula 3,5 persen. Belum lagi masalah peranv dagang, yang mau tidak mau kita pasti ikut terdampak," paparnya.
 
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal merilis laporan yang mengungkap, hingga pertengahan 2019, kurang lebih 10 ribu buruh terkena terkena ancaman PHK.
 
Dalam hitungan KSPI, potensi PHK dari industri baja sekitar 3.000-5.000 tenaga kerja, semen 1.000-2.000 tenaga kerja, otomotif terutama dari Nissan 500-1.000 tenaga kerja, dan elektronik dari Batam sekitar 2.000 tenaga kerja.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif