Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Kunjungan Turis hingga April 5,12 Juta Orang

Ekonomi wisatawan bps
Ilham wibowo • 10 Juni 2019 15:43
Jakarta: Jumlah kunjungan turis wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2019 mengalami kenaikan 0,11 persendibanding kunjungan April 2018. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata lama waktu menginap.
 
"Kami berharap jumlah wisman ini terus meningkat sehingga ada penambahan devisa yang bermanfaat untuk masyarakat," kata Kepala BPS Suharyanto di di Gedung 3 BPS Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.
 
Secara kumulatif atau Januari hingga April 2019 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 5,12 juta kunjungan. Angka tersebut naik 3,22 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di 2018 yang berjumlah 4,96 juta kunjungan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, dibandingkan dengan Maret 2019 jumlah kunjungan wisman pada April 2019 mengalami penurunan sebesar 2,74 persen. Jumlah ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 773,88 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 344,88 ribu kunjungan dan pintu masuk darat sebanyak 185,05 ribu kunjungan.
 
Dari 1,30 juta kunjungan, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding April 2018 sebesar 13,28 persen, sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Asia selain ASEAN sebesar 11,82 persen.
 
Adapun menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 256,3 ribu kunjungan (19,66 persen), Tiongkok 171,6 ribu kunjungan (13,16 persen), Singapura 150,0 ribu kunjungan (11,50 persen), Timor Leste 106,2 ribu kunjungan (8,15 persen), dan Australia 102,0 ribu kunjungan (7,82 persen).
 
Lebih lanjut, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2019 mencapai rata-rata 53,90 persen atau turun 3,53 poin dibandingkan TPK April 2018 yang sebesar 57,43 persen. Sementara itu, jika dibanding dengan TPK Maret 2019 yang tercatat 52,88 persen, TPK April 2019 mengalami kenaikan sebesar 1,02 poin.
 
TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 65,70 persen, diikuti Provinsi DI Yogyakarta sebesar 62,75 persen, dan Provinsi Lampung yaitu sebesar 62,37 persen, sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Maluku yang sebesar 34,15 persen.
 
Kemudian rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,83 hari selama April 2019, terjadi kenaikan sebesar 0,02 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada April 2018. Begitu pula jika dibandingkan dengan Maret 2019, rata-rata lama menginap pada April 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,02 poin.
 
"Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing April 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,71 hari dan 1,69 hari," ucap Suhariyanto.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif