Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng. MI/Pujianto.
Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng. MI/Pujianto.

Komisi XI Minta Presiden Tak Ajukan Lagi Calon Tunggal di BI

Ekonomi bank indonesia
Eko Nordiansyah • 11 Juli 2019 19:45
Jakarta: Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak mengajukan calon tunggal untuk jabatan di Bank Indonesia (BI). Hal ini dilakukan untuk menjaga independensi bank sentral karena tidak ada alternatif calon yang bisa dipilih komisi XI.
 
Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng mengatakan pihaknya akan mengirim surat melalui pimpinan DPR untuk menyampaikan kepada Presiden Jokowi. Meskipun pencalonan merupakan hak prerogatif presiden sebagaimana ketentuan undang-undang.
 
"Agar pemilihan berikutnya entah itu gubernur (BI), deputi gubernur senior, deputi gubernur mengirimkannya lebih dari satu. Ya undang-undang kan mengatakan sebanyak-banyaknya tiga," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan pengajuan calon tunggal akan mengurangi independensi bank sentral. Selain itu, dirinya ingin pencalonan yang diajukan Presiden Jokowi tetap menjaga komunikasi hubungan yang baik antara pemerintah dengan DPR.
 
"Kalau satu bisa saja DPR lakukan penolakan. Tapi itu jadi satu kejadian tidak mengenakan, kalau sampai terjadi penolakan agar terhindar dari itu. Yang penting itu independensi," jelas dia.
 
Presiden Jokowi sebelumnya mengajukan calon tunggal untuk posisi deputi gubernur senior BI. Nama yang diajukan untuk menggantikan Mirza Aditsyawara adalah Destry Damayanti.
 
Selain itu, Presiden Jokowi juga hanya mengajukan satu calon untuk posisi gubernur BI. Pada Mei lalu, Perry Warjiyo diajukan untuk menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Agus Martowardojo.
 
Hanya sekali Presiden Jokowi mengajukan tiga nama calon untuk jabatan pimpinan bank sentral. Ada tiga nama yang diajukan sebagai deputi gubernur BI yakni, Dody Budi Waluyo, Doddy Zulverdi, dan Wiwiek Sisto Widayat untuk menggantikan Perry di April 2018.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif