Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

BI Respons Positif Pencapaian Inflasi Sulut

Ekonomi inflasi bank indonesia ekonomi daerah
03 Januari 2019 13:22
Manado: Bank Indonesia (BI) menilai positif pencapaian inflasi Sulawesi Utara (Sulut) pada 2018 yang masih berada pada rentang 3,5 plus minus 1 persen (yoy). Meski demikian, hal itu tetap perlu diwaspadai mengingat inflasi pada 2018 merupakan inflasi tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
 
"Ke depan, tantangan dalam pengendalian inflasi menjadi semakin besar," kata Kepala BI Perwakilan Sulawesi Utara Soekowardojo, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Kamis, 3 Januari 2019.
 
BI, katanya, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau harga secara ketat dan melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk mengendalikan harga. Selain melakukan pengawasan harga, Bank Indonesia bersama TPID juga akan melakukan pengawasan kepada ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi barang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menjaga inflasi bahan makanan di kemudian hari, operasi pasar serta pengelolaan ekspektasi masyarakat juga akan terus dilakukan dari awal 2019," tuturnya.
 
Reformasi kelembagaan pertanian terus dilakukan untuk menjamin terkendalinya inflasi khususnya untuk kelompok bahan makanan di Sulawesi Utara pada kemudian hari. Selain hal tersebut, BI dan TPID bersama dengan instansi terkait juga akan mengupayakan pola tanam yang lebih efektif disamping tetap memantau kelancaran perdagangan antardaerah.
 
Pada Desember 2018, Sulut kembali mencatatkan inflasi sebesar 0,78 persen (mtm) dengan inflasi tahun kalender dan inflasi tahunan sebesar 3,83 persen (yoy). Inflasi Sulut pada Desember 2018 lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,84 persen (mtm) dan rata-rata inflasi pada Desember selama lima tahun terakhir sebesar 1,29 persen (mtm).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif