BCA bakal Restrukturisasi Kredit Korban Bencana Sulteng

Husen Miftahudin 11 Oktober 2018 16:55 WIB
bcabencana alam
BCA bakal Restrukturisasi Kredit Korban Bencana Sulteng
Bencana Palu. Dok;AFP.
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan memberi keringanan kepada nasabah korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Salah satu keringanan berupa restrukturisasi kredit bagi nasabah yang terdampak gempa di Palu dan Donggala tersebut.

"Iya pasti dong (memberi keringanan tagihan kredit). Karena kita melihat bahwa kondisi tersebut menyebabkan pasti ada kendala untuk melunasi kewajibannya," kata Executive Vice President Consumer Credit Business BCA Felicia Mathelda Simon di Mall Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurutnya mekanisme penyelesaian kredit disesuaikan dengan kondisi nasabah terdampak gempa dan tsunami Sulteng. Namun, restrukturisasi kredit merupakan upaya utama yang dilakukan BCA untuk meringankan beban nasabah.

"Tingkat penyelesaian disesuaikan, ada restrukturisasi. Kalau sampai sangat parah itu dan keluarganya ada yang dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, mungkin kita akan berikan kebijakan yang seringan-ringannya," jelas dia.

Saat ini, BCA tengah menggodok skema keringanan yang akan diberikan kepada para nasabah Sulteng. Sayangnya, Felicia enggan merinci skema-skema tersebut.

"(Penyusunan skema keringanan nasabah Sulteng) sedang kita mintakan persetujuan ke direksi. Tapi mungkin tidak perlu di-publish ya, kita bisa langsung berikan ke cabang di Palu supaya bisa bisa diteruskan kepada nasabahnya," bebernya.

Namun demikian, BCA memastikan akan segera memberi keringanan tagihan kredit bagi nasabah yang terdampak bencana Sulteng. "Kita lakukan setelah mendapat pendataan. Ini nanti kita tiering, mana-mana yang dapat membantu saudara-saudara kita yang ada di Palu," kata Felicia.

Felicia mengatakan ada sebanyak 338 orang yang menjadi debitur kredit pemilikan rumah (KPR) BCA di Palu. Pihaknya kini masih mendata nasabah yang menjadi korban gempa dan tsunami Sulteng.

"Itu total debitur KPR, bukan yang kena (bencana Sulteng). Kita kan lagi perlu mendata juga dengan cabang setempat, ada berapa sih yang kena musibah," imbuh dia.

Permintaan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya meminta perbankan memberi keringanan kepada nasabah korban gempa dan tsunami di Sulteng. Permintaan tersebut tercantum dalam Peraturan OJK Nomor 45 Tahun 2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

Kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, total kredit di Palu, Donggala, dan Parigi Moutong sebanyak Rp16,2 triliun. Dia minta agar perbankan menunda tagihan kredit para nasabah di Sulteng.

"Tidak ditagih dulu, utamanya direstruktur, dendanya juga enggak dihitung. Penundaan penagihan kredit itu berlaku selama dua hingga tiga tahun ke depan," jelas Wimboh pada Kamis, 4 Oktober 2018.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id