KEIN Pantau Pembangunan Infrastruktur Papua
Ilustrasi Papua. (FOTO: MI/Agung)
Jakarta: Pokja Pembiayaan dan Infrastruktur Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) melihat adanya progres pembangunan infrastruktur di Papua.

Ketua Pokja Sony Harsono mengatakan pada kunjungan pertama ke pos Lintas Batas Negara dengan Papua Nugini di Skouw, Pokja melihat pengelolaan wilayah perbatasan. Sony menyebut lintas kunjungan warga antar dua negara tersebut meningkat.

"Peningkatan aktivitas ekonomi warga terlihat dari adanya kenaikan kunjungan warga Papua Nugini untuk berbelanja barang kebutuhan pokok hingga elektronik di Pasar Skouw," ujar Sony dalam keterangannya, Kamis, 1 November 2018.

Sementara itu, petugas pos lintas batas Skouw Frans Imbiri mengaku Pasar Skouw dibuka dua kali dalam seminggu. Adapun transaksi dagang di pasar tersebut pada 2017 telah mencapai sebanyak Rp500 miliar.

"Masalah yang terjadi adalah kesulitan konversi mata uang Kina ke mata uang hard currency lainnya. Ke depan perlu kerja sama antarotoritas keuangan di antara ke dua negara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebab daya tarik Skouw bukan saja memikat penduduk Papua Nugini, namun juga sudah merambah sampai warga Pasifik Selatan lainnya sepertti Vanuatu dan Fiji," tuturnya.

Tim Pokja KEIN juga melakukan diskusi dengan akademisi Universitas Cenderawasih, Bank Indonesia (BI), Kodam Cendrawasih, dan Dinas Litbang provinsi Papua. Diskusi tersebut membahas progres kemajuan pembangunan infrastruktur dan dampak ekonomi sosial masyarakat Papua dan sekitarnya.

Kepala Perwakilan BI Papua Joko Supratikno mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur punya pengaruh penting terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, terutama untuk sektor nonkomoditi tambang.

"Hal ini karena konektivitas yang makin baik dengan adanya perbaikan akses transportasi yang memudahkan transaksi komoditas pertanian, bahan bakar, dan material untuk pembangunan. Hal ini juga penting dalam rangka meningkatkan kontribusi PDRB Papua dari sektor nontambang yang saat ini jumlahnya masih tertinggal dari dominasi sektor tambang," jelas dia.

Selain itu, Tim Pokja KEIN juga melakukan kunjungan untuk melihat kemajuan pembangunan jembatan Holtekamp yang menghubungkan wilayah Jayapura ke perbatasan Skouw. Jembatan ini diklaim menghemat waktu tempuh ke kedua wilayah tersebut.

"Hal yang patut dibanggakan adalah pembangunan jembatan ini sepenuhnya dikerjakan oleh anak bangsa, mulai dari perencanaan gambar, fabrikasi, sampai dengan tahap konstruksi. Panjang total jembatan mencapai hampir 2 kilometer di mana bentang jembatan utama mencapai hampir 400 meter," jelas anggota Pokja Toto Pranoto.

Sementara, lanjutnya, fabrikasi jembatan dikerjakan PT PAL dan Boma Bisma Indra. "Konstruksi dikerjakan konsorsium PTPP-HK-Nindya Karya. Total investasi pembangunan diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun," tutup Toto.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id