Pengusaha Ritel Modern Siap Jual Beras <i>Sachet</i>
Ilustrasi. (Foto: Antara/Ahmad).
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey merespons positif langkah Perum Bulog dalam mendistribusikan beras kemasan atau sachet ukuran 200 gram. Kebijakan itu dianggap sebuah terobosan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke bawah akan beras berkualitas.

"Jadi ini merupakan strategi pasar untuk membuat memenuhi kehutuhan masyarakat," kata Roy  ditemui di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Roy mengungkapkan aturan menjual beras sachet tersebut belum diwajibkan bagi pengusaha ritel modern. Kendati demikian, para pengusaha selalu siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca: Buwas Ingin Bulog Jual Beras dalam Rencengan

"Saat ini beritanya sudah saya dengar tetapi perlakuannya belum terlihat. Ya bagi kami peritel modern berapa pun nilai yang diatur pemerintah kita berusaha menjalankan," tegas dia.

Perum Bulog sebelumnya mengeluarkan terobosan baru dengan menyediakan beras kemasan kecil atau sachet dengan berat 200 gram. Rencananya beras tersebut akan dijual dengan harga Rp2.000 per sachet.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengusulkan agar Bulog menjual beras dalam bentuk saset untuk menjangkau masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Dia berharap masyarakat dapat makan nasi meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.

"Saya akan mengusulkan membuat beras renceng, isinya 200 gram. Cukup dengan Rp2.000 per sachet sudah bisa makan beras dan tersedia di mana-mana," katanya pada Rabu, 9 Mei 2018.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id