Manulife Bidik Penyaluran Asuransi ke Kalangan Atas

Dian Ihsan Siregar 19 September 2018 23:58 WIB
asuransi jiwa
Manulife Bidik Penyaluran Asuransi ke Kalangan Atas
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster (kiri). Foto: Antara/Aprillio Akbar.
Jakarta: Manulife Indonesia membidik pasar asuransi masyarakat kelas atas. Pasalnya, jumlah kalangan atas di Indonesia bakal meningkat lima kali lipat selama lima tahun ke depan.

Demi membidik kalangan atas, Manulife menghadirkan Manulife Prime Assurance (MPA). Produk tersebut dinilai memiliki proteksi premium untuk individu high net-worth (HNW).

"Kemapanan bisa susut dan bisa jadi tidak ada yang diwariskan. Orang berduit belum tentu terbebas dari masalah keuangan, apalagi kalau bicara soal transfer generasi," kata Presiden Direktur dan CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) Jonathan Hekster, dalam keterangan resminya, Rabu, 19 September 2018.

Jonathan Hekster menjelaskan, MPA adalah perencanaan peninggalan keluarga melalui asuransi jiwa menyeluruh. Peluncuran MPA merupakan wujud komitmen berkelanjutan Manulife untuk melindungi seluruh keluarga Indonesia. 

"Kami telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 33 tahun dan kami memiliki peran membantu seluruh keluarga Indonesia, termasuk para individu high net-worth, untuk menggapai impian dan aspirasi finansial mereka. Itulah sebabnya kami mengembangkan solusi jangka panjang perlindungan jiwa menyeluruh," ungkap Hekster.

Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie menambahkan produk proteksi MPA bisa membantu keluarga mapan di Indonesia agar bisa mewariskan kemapanannya ke generasi penerus. "Produk ini memungkinkan keluarga Indonesia memiliki proteksi sekaligus manfaat perlindungan seumur hidup dengan uang pertanggungan mulai dari Rp5 miliar atau sekitar USD500 ribu," jelas dia.

Tahun lalu, Manulife telah membayar klaim ke nasabah sekitar Rp7 triliun dengan total dana kelolaan yang ditangani mencapai Rp67,6 triliun.

Posisi laba komprehensif sebesar Rp2,6 triliun di 2017. Pencapaian itu jauh di atas kinerja 2016 di mana laba komprehensifnya Rp664 miliar atau tumbuh 290 persen.

Pertumbuhan juga terjadi di premi bisnis baru yang naik 19 persen menjadi Rp4,4 triliun, dari sebesar Rp3,7 triliun

Pada tahun lalu pun, Manulife Indonesia meraih total premi dan deposit Rp25 triliun atau naik 34 persen dari 2016 yang sebesar Rp18,6 triliun. Dana kelolaan asuransi syariat juga meningkat dari 2016 sebesar Rp2,3 triliun menjadi Rp2,88 triliun pada 2017. Dana kelolaan MAMI sebesar Rp65,7 triliun.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id