Investor Singapura Tidak Terpengaruh Volatilitas Pasar
Illustrasi. Dok;AFP.
Singapura: Investor Singapura tak terpengaruh dengan kekhawatiran atas pertumbuhan global yang lesu, ketidakpastian geopolitik serta ketegangan perdagangan yang telah menyebabkan pasar melambat hampir sepanjang tahun.

Dikutip dari Strait Times, Selasa, 20 November 2018, melalui Survei Investasi Global tahunan dari Legg Mason Global Asset Management hanya sekitar satu dari delapan investor melihatnya secara negatif sebagai risiko terhadap investasi.

Terlebih lagi, investor Singapura melihat peluang membeli di tengah volatilitas -meskipun mengutip inflasi- ketidakstabilan ekonomi di seluruh dunia dan perdagangan perang antar negara sebagai titik kekhawatiran utama mereka. Sebanyak 40 persen investor mengatakan mereka akan berinvestasi lebih banyak dalam menghadapi peningkatan volatilitas pasar.

Investor Singapura paling optimistis tentang peluang di Singapura. Menurut survei, 49 persen dari mereka yakin tentang prospek pasar Singapura, dibandingkan dengan rata-rata 20 persen dari investor di seluruh Asia yang optimistis tentang prospek investasi untuk Singapura.

Investor Singapura juga bullish pada pasar ekuitas lokal, dengan hampir 60 persen mengharapkan untuk tampil lebih baik di 2019. Tiongkok dan Amerika Serikat adalah pasar lain yang diyakini investor Singapura, disukai oleh 44 persen dan 37 persen dari total responden.

"Terhadap latar belakang ini, investor Singapura dapat mempertimbangkan strategi investasi volatilitas yang dikelola untuk membantu mengelola risiko penurunan, sementara diposisikan untuk berpartisipasi di pasar atas sesegera mungkin." jelas Richard Gillham, kepala kelompok produk spesialis di Legg Mason.

Dia menjelaskan secara keseluruhan, Singapura tetap menjadi tempat menarik bagi investor jangka panjang, dengan dua per tiga investor berinvestasi untuk menempatkan dana pensiun.

Untuk jangka panjang, mayoritas investor Singapura, 53 persen, mengaku cukup atau sangat yakin memiliki cukup uang untuk menikmati kehidupan yang nyaman selama masa pensiun mereka.

Survei ini melibatkan 16.810 investor di 17 pasar di seluruh dunia, dan melihat mereka yang akan berinvestasi setidaknya USD50 ribu pada tahun depan dan telah melakukan perubahan pada investasi mereka dalam lima tahun terakhir. Di Asia, 4.000 investor disurvei di Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Taiwan.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id