Chief Business Officer Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya (paling kiri) (Foto: Medcom.id/Angga Bratadharma)
Chief Business Officer Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya (paling kiri) (Foto: Medcom.id/Angga Bratadharma)

Rifan Financindo Bidik Transaksi Capai 1,5 Juta Lot

Ekonomi komoditas
Angga Bratadharma • 17 Januari 2019 18:51
Jakarta: PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) membidik total volume transaksi mencapai sebesar 1,5 juta lot di sepanjang 2019. Adapun dari total volume transaksi tersebut terdiri dari 1,1 juta lot untuk volume transaksi bilateral, dan 400 ribu lot untuk volume transaksi multilateral.
 
Chief Business Officer Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya mengatakan realisasi angka tersebut akan didukung dengan pengembangan infrastruktur dan ekspansi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan penambahan jumlah dan kemampuan marketing di setiap cabang.
 
"Saat ini RFB memiliki 10 kantor yang tersebar di Jakarta yang terdapat dua kantor, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, Palembang , dan Yogyakarta," kata Teddy, di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teddy menilai harapan dan peluang masih terbuka luas untuk pertumbuhan pasar Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di tahun ini, meski akan digelar pesta demokrasi pada April 2019. Potensi terjadinya dinamika pada harga-harga komoditas itu pasti, namun pasar akan tetap stabil.
 
"Karena, beberapa permintaan komoditas seperti kopi dan emas diprediksi masih tetap akan tinggi," ungkap Teddy.
 
Sementara untuk produk investasi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), lanjutnya, seiring membaiknya pasar finansial global maka tingkat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara termasuk Indonesia optimistis masih tumbuh positif sehingga daya kemampuan berinvestasi pun meningkat.
 
"Yang jelas fokus strategi kami tetap sama dengan sebelumnya, yaitu mengedukasi masyarakat seluas-luasnya agar semakin banyak yang memahami dan meyakini pilihan berinvestasi di PBK dan berinovasi merancang aneka produk investasi yang memenuhi kebutuhan nasabah dan pasar," kata Teddy.
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan saat ini RFB merupakan perusahaan pialang dengan kontribusi terbanyak di BBJ. Hal itu terjadi sejalan dengan RFB yang selalu menyesuaikan kebutuhan pasar terutama untuk para nasabah di era pasar global dan perkembangan teknologi.
 
"Kami optimistis RFB dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas di 2019 ini menjadi lebih besar lagi dari tahun sebelumnya," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi