Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pekerja Linting SKT Sumbang Penerimaan Cukai Rp153 Triliun

Ekonomi tembakau kementerian perindustrian
Husen Miftahudin • 29 Maret 2019 18:12
Surabaya: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan ratusan ribu pekerja linting Sigaret Kretek Tangan (SKT) merupakan pahlawan industri Indonesia. Pasalnya, industri SKT berkontribusi menyumbang penerimaan cukai negara sebanyak Rp153 triliun pada 2018.
 
"Ibu-ibu (pekerja industri SKT) merupakan pejuang industri. Di dalam setiap rupiah (yang disumbangkan ke negara), ada usaha, kerja keras, dan keringat ibu-ibu. Oleh karena itu, ibu-ibu adalah pahlawannya industri," kata Airlangga di sela-sela acara silaturahim dengan para pekerja linting di pusat fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk, Surabaya, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Maret 2019.
 
Sejak 2016, Airlangga telah menemui sekitar 8.000 pekerja linting SKT yang tersebar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya Industri Hasil Tembakau (IHT) yang telah menopang perekonomian Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menambahkan, IHT mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Berdasarkan data Kemenperin, industri hasil tembakau melibatkan sekitar enam juta tenaga kerja di Indonesia.
 
Tak hanya itu, industri rokok juga dinilai sebagai sektor yang berorientasi ekspor sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Pada 2018 lalu, nilai ekspor rokok dan cerutu meningkat 2,98 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar USD904,7 juta.
 
Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nirwala Dwi Heryanto sebelumnya mengungkapkan realisasi penerimaan cukai pada 2018 ditopang oleh cukai hasil tembakau. Dari total Rp159,6 triliun, 95,8 persen atau senilai Rp153 triliun di antaranya merupakan sumbangan dari penerimaan cukai rokok.
 
"Penerimaan cukai terutama dari cukai tembakau, itu lebih dari 90 persen dari total penerimaan cukai. Jadi yang paling dominan adalah dari penerimaan cukai rokok," ungkap Nirwala beberapa waktu lalu.
 
Penerimaan cukai rokok di 2018 itu pun jauh lebih besar dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp147 triliun. Nirwala pun optimistis terhadap penerimaan cukai di 2019.
 
"Target penerimaan cukai itu totalnya Rp165 triliun (target) 2019. Kalau untuk penerimaan dari hasil tembakaunya itu Rp158 triliun, sisanya Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan Etil Alkohol (EA)," pungkas Nirwala.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif