Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

PTPP Melebur ke Holding Perumahan

Ekonomi ptpp holding perumahan
Dian Ihsan Siregar • 30 Januari 2019 19:39
Jakarta: PT PP Tbk (PTPP) akhirnya melepas status perseroan, demi bergabung menjadi Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan di bawah naungan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional atau Perum Perumnas.
 
Keputusan penggabungan ini telah disetujui oleh pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PTPP. Tak hanya PTPP, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga telah resmi bergabung, setelah melepas status persero.
 
Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat mengatakan perseroan akan resmi bergabung dan bersinergi bersama Wijaya Karya, PT Amarta Karya, PT Bina Karya, dan PT Indah Karya ke Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Holding ini akan memperkuat posisi perseroan dalam rangka penciptaan nilai tambah dan optimalisasi pengembangan bisnis yang akan memberikan dampak besar bagi masyarakat, pemerintah maupun BUMN anggota holding," kata Lukman dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.
 
Lukman mengaku rencananya pada holding BUMN ini, sebanyak 51 persen saham seri B milik pemerintah dialihkan sebagai penyertaan modal negara ke dalam modal saham Perum Perumnas, sedangkan Saham Seri A tetap dimiliki pemerintah.
 
"Hal ini bertujuan, agar pemerintah masih memiliki hak dalam setiap keputusan yang akan dijalankan di holding," ucap Lukman.
 
Setelah holding terbentuk, ujar dia, tak ada perubahan strategis apa pun yang akan diperoleh PTPP. Namun dipastikanholding akan terbentuk di tahun ini.
 
Pembentukan holding BUMN ini, lanjut dia, akan meningkatkan kapasitas pendanaan, belanja modal, pendapatan, efisiensi biaya, peningkatan laba, hingga ekuitas.
 
"Peningkatan juga akan terjadi pada kemampuan bisnis antar lini usaha, sehingga efisien dan lebih sehat kondisi finansial. Ini juga memperbesar peluang ketersediaan lahan bagi program pembangunan rumah dalam mengatasi backlog perumahan," pungkas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif