Direktur Utama BRI Suprajarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Utama BRI Suprajarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Penyaluran Kredit Dongkrak Laba BRI ke Rp32,4 Triliun

Ekonomi bri
Annisa ayu artanti • 30 Januari 2019 21:50
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mendulang laba Rp32,4 triliun sepanjang 2018. Capaian laba ini meningkat 11,6 persen dibandingkan dengan 2017 yang sebesar Rp29 triliun. Salah satu pendorongnya adalah penyaluran kredit ke sektor UMKM yang terus meningkat.
 
"Hingga akhir Desember 2018, portofolio penyaluran kredit BRI terhadap segmen UMKM tercatat Rp645,7 triliun, atau setara 76,5 persen dari total penyaluran kredit BRI," kata Direktur Utama BRI Suprajarto, di Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Capaian penyaluran kredit ini lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi kredit UMKM BRI di akhir 2017 sebesar 75,6 persen.
 
Sepanjang 2018, Suprajarto menyebutkan, penyaluran kredit BRI tumbuh 14,1 persen dari Rp739,3 triliun di akhir 2017 menjadi Rp843,6 triliun di Desember 2018 dengan NPL gross sebesar 2,27 persen. NPL coverage dari semula 183 persen di akhir 2017 naik menjadi 185,9 persen di akhir 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan di 2018, BRI berhasil menyalurkan KUR dengan total Rp80,2 triliun kepada 3,9 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia," tuturnya.
 
Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatat di akhir Desember 2018 sebesar Rp944,3 triliun atau tumbuh 12,2 persen secara tahun ke tahun. Dengan kondisi itu, aset BRI terkerek di angka Rp1.296,9 triliun atau tumbuh 15,2 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2017 sebesar Rp1.126,2 triliun.
 
Dari total DPK tersebut, porsi dana murah (CASA) BRI meningkat dari 59 persen di akhir 2017 menjadi 60,1 persen pada Desember 2018 dan sisanya merupakan dana mahal. Rasio lainnya, yakni LDR BRI berada di kisaran 89,3 persen dan struktur permodalan atau CAR berada di angka 21,3 persen.
 
Lebih lanjut, faktor lain pendorong profitabilitas BRI adalah kemampuan meningkatkan efisiensi dalam proses bisnisnya. Hal tersebut tercermin dari penurunan BOPO. Tercatat BOPO pada Desember 2018 sebesar 70 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan BOPO Desember 2017 sebesar 70,7 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif