OJK Tunggu Hasil Audit soal Jiwasraya

Eko Nordiansyah 18 Oktober 2018 15:54 WIB
asuransi jiwa
OJK Tunggu Hasil Audit soal Jiwasraya
Asuransi Jiwasyara. MI/RAMDANI.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu hasil audit terkait permasalahan yang terjadi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Sekarang lagi diaudit investigasi nanti tunggu hasilnya," kata Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Mochammad Ichsanuddin ditemui di Kantor Pusat Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Oktober 2018.

Dirinya menegaskan, OJK selaku pengawas telah melakukan kewajibannya terhadap Jiwasraya. Menurut dia permasalahan yang terjadi di Jiwasraya sudah  terlihat sejak kuartal I tahun ini, dan management telah diperingatkan oleh OJK.

"Tapi kan ini management baru memiliki policy beda dengan management lama, dan memang sudah kewenangan mereka. Bukan kewenangan OJK harus begini begitu, yang jelas pengawasan sudah seperti biasa," ungkapnya.

Jiwasraya sebelumnya menyatakan sedang menghadapi tekanan likuiditas. Alhasil, perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menunda pembayaran polis jatuh tempo produk JS Proteksi Plan kepada sejumlah nasabah.

 Pada Senin, 15 Oktober 2018, Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam berjanji akan segera membayar bunga kepada 1.286 pemegang polis yang telah jatuh tempo. Nilainya mencapai Rp96,58 miliar.

Lewat keterangan tertulis, Jiwasraya memberikan pembayaran di muka atas bunga roll over bagi para pemegang polis yang ingin melakukan roll over polisnya. Adapun bunga yang dibayar di muka mencapai tujuh persen p.a (per annum/per tahun) atau 7,49 persen p.a nett efektif sebagai upaya win win solution kepada pemegang polis.

Adapun yang tidak ingin melakukan roll over, Manajemen Jiwasraya memberikan bunga pengembangan efektif sebesar 5,75 persen p.a netto, sesuai dengan surat kepada mitra bank tertanggal 10 Oktober 2018.

"Kalau itu mau pemegang polisnya, sebetulnya enggak ada permasalahan lagi. Nah mau atau tidak tanya management-nya, dia kan yang melakukan bersama management tentu kerja sama dengan banknya," tutup Ichsan.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id