*(Ki-ka) Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Wakil Ketua Umum AFPI Sunu, Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L Tobing, Deputi Komisioner Pengawasan IKNB II OJK M Ihsanudin. Dok : Jasindo.
*(Ki-ka) Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Wakil Ketua Umum AFPI Sunu, Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L Tobing, Deputi Komisioner Pengawasan IKNB II OJK M Ihsanudin. Dok : Jasindo.

KKP Gandeng Jasindo Luncurkan Asuransi Peternak

Ekonomi kelautan dan perikanan
Husen Miftahudin • 12 Agustus 2019 22:45
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) meluncurkan produk Asuransi Usaha Budidaya Udang Komersial (AUBU) dan Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) komoditas ikan lele.
 
Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L. Tobing mengakui sinergi ini juga mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Apalagi, asuransi ini bertujuan untuk mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan.
 
"Premi untuk peternak lele Rp135 ribu per 200 meter persegi per tahun. Sedangkan nilai perlindungannya Rp4,5 juta jika terdapat gagal panen per siklus budidaya," ujar Sahata dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sahata, para peternak lele dan udang jika mengalami gagal panen biasanya kesulitan mencari modal untuk membeli bibit di siklus budidaya berikutnya. "Di sini peran kami, untuk memastikan peternak dapat terus bekerja dan membudidayakan ternak mereka," tegasnya.
 
Di saat bersamaan, Jasindo sebagai leader konsorsium APPIK dan AUBU juga menjalin kerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Keduanya bersepakat untuk memberikan akses pinjaman dan modal serta pembentukan ekosistem bersama yang akan meningkatkan kualitas pemasaran dan pengelolaan keuangan para pembudidaya ikan.
 
Diharapkan pada 2020, skema kerja sama ekosistem ini juga mulai membesarkan dan memperluas jangkauan pemasaran produk asuransi. Ekosistem ini tak hanya yang disubsidi oleh APBN, tetapi juga literasi dan mendorong inklusi masyarakat pembudidaya dengan meluncurkan produk asuransi perikanan secara mandiri.
 
"Semoga dengan diluncurkannya produk-produk baru ini akan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negeri tercinta kita ini," ungkap Sahata.
 
Asuransi Jasindo sebelumnya juga sudah meluncurkan produk Asuransi Tani Padi dan Asuransi Ternak Sapi. Bagi para petani, asuransi ini melindungi masalah gagal panen yang disebabkan hama atau perubahan musim. Sedangkan untuk peternak sapi, perlindungan diberikan dari kematian ternak sapi akibat melahirkan, kecelakaan, keracunan, serta risiko pencurian
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif