OJK hapus Ajaib Technologies dari daftar fintech ilegal. Foto: istimewa.
OJK hapus Ajaib Technologies dari daftar fintech ilegal. Foto: istimewa.

OJK Hapus Ajaib Technologies dari Daftar Fintech Ilegal

Ekonomi ojk fintech
Ade Hapsari Lestarini • 04 Desember 2019 18:07
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus PT Takjub Teknologi Indonesia (Ajaib Technologies) dari daftar fintech ilegal yang efektif hari ini. Pada akhir November silam, OJK menindaklanjuti fintech pinjaman online ilegal, yang belakangan diketahui telah melakukan pencurian identitas perusahaan Ajaib Technologies, dan menggunakan nama Ajaib dengan tidak semestinya.
 
Akibatnya, tersebar hoaks (berita palsu) bahwa Ajaib merupakan perusahaan P2P lendingatau lebih akrab disebut pinjaman online. Meskipun telah terdaftar dan diawasi oleh OJK sejak 2018 dan memiliki lebih dari 300 ribu pengguna, Ajaib, sebagai penyedia reksa dana online terbesar di Indonesia pun tidak luput dari serangan ini.
 
Sepanjang Agustus 2018 hingga November 2019, Kominfo mendeteksi ada 3.901 hoaks tersebar di kalangan masyarakat, 260 di antaranya ditemukan hanya sepanjang November 2019 saja. Kategorinya bermacam-macam, salah satunya adalah keuangan. Pada situasi seperti ini, tentu banyak kredibilitas perusahaan terancam, terutama perusahaan investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengapresiasi OJK yang melakukan tindakan cepat untuk melindungi masyarakat. Satgas Waspada Investasi juga cepat tanggap dan mendukung kami untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Kami memiliki komitmen untuk mendukung OJK dengan menyediakan solusi investasi aman bagi 300 ribu investor yang telah mempercayai kami, serta calon-calon investor di seluruh Indonesia," ujar Chief Executive Officer AjaibAnderson Sumarli, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Ajaib telah terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sejak 2018 dan telah mematuhi semua regulasi yang berlaku di bawah pengawasan langsung OJK. Pada akhir audiensi antara pihak-pihak terkait, Satgas Waspada Investasi telah menginformasikan kepada pihak Hubungan Masyarakat OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengamankan nama Ajaib dari daftar fintech P2P lending ilegal, efektif hari ini. OJK juga berkomitmen untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap perusahaan fintech ilegal yang telah mengatasnamakan Ajaib Technologies.
 
Perseroan juga menyampaikan terbentuknya satgas internal untuk membantu OJK memberantas hoaks dan penyalahgunaan nama perusahaan fintech, yang kemudian disambut baik oleh OJK. Pembentukan satgas ini diharapkan untuk dapat membantu akses masyarakat terhadap produk investasi pasar modal yang aman.
 
Sejak dicanangkannya, Ajaib bertujuan untuk meningkatkan penetrasi investasi di Indonesia melalui layanan reksa dana online. Didukung oleh SoftBank, Ajaib berhasil meraih lebih dari 300 ribu pengguna dan bermitra dengan lebih dari 25 Manajer Investasi (MI) dengan rekam jejak terbaik di bidangnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif