NEWSTICKER
Gitar Buatan Indonesia Laris Manis di Amerika Serikat. Foto Ilustrasi: Antara/Aahmad Faruq
Gitar Buatan Indonesia Laris Manis di Amerika Serikat. Foto Ilustrasi: Antara/Aahmad Faruq

Gitar Buatan Indonesia Laris Manis di Amerika Serikat

Ekonomi kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 25 Januari 2020 11:31
Jakarta: Produk instrumen dan perlengkapan musik asal Indonesia berhasil meraih transaksi potensial sebesar USD1,4 juta atau Rp19,4 miliar di The National Association of Music Merchants (NAMM) Show 2020. Ajang pameran musik terbesar di dunia ini digelar di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat (AS).
 
"Komitmen ini menunjukkan bahwa pasar produk-produk alat musik asal Indonesia dengan merek lokal dapat diterima dan berdaya saing di pasar dunia, khususnya AS. Tentu ini menggembirakan dan menjadi tolok ukur bagi perkembangan industri alat musik Tanah Air," ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Bayu Nugroho melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Januari 2020.
 
Paviliun Indonesia menampilkan berbagai instrumen musik dan perlengkapannya. Sebanyak empat produsen alat musik asal Indonesia turut berpartisipasi, yaitu Sjuman Instruments, Dr. Case, Stranough Guitar Technology, dan Genta Guitar. Seluruh produk yang ditampilkan memiliki kualitas premium dan sudah melalui proses kurasi oleh ITPC Los Angeles. Sehingga, produk tersebut layak ekspor dan dapat memenuhi permintaan pasar AS.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Paviliun Indonesia berada di lokasi yang strategis dengan presentasi produk yang atraktif sehingga menarik antusiasme pengunjung. Musisi asal AS, Rick Stickney, bahkan sempat melakukan demonstrasi produk dari Sjuman Instruments dan menambah daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke Paviliun Indonesia.
 
Menurut Bayu, Sjuman Instruments yang kembali mengikuti The NAMM Show tahun ini menghadirkan gitar seri SQI Stealth. Gitar tersebut diproduksi menggunakan material daur ulang dan diolah oleh pengrajin Indonesia sehingga mempunyai ciri khas sendiri.
 
Sedangkan, Dr. Case, produsen tas alat musik asal Bandung juga kembali berpartisipasi dengan menampilkan tas perlengkapan musik, seperti tas gitar dan tas snare drum berkualitas premium.
 
Kemudian Genta Guitar membawa beragam gitar dan ukulele premium salah satunya seri ukulele batik. Seri ukulele batik merupakan ukulele akustik yang dilukis tangan dengan motif batik kupu-kupu. Tingkat kesulitan pengerjaan ukulele batik menjadikannya sebagai incaran para kolektor musik AS.
 
Adapun Stranough Guitar Technology mengikuti The NAMM Show untuk pertama kalinya. Karya mereka berhasil menarik banyak perhatian para buyer dengan menampilkan The Tripper Guitar yang merupakan electric guitar travel pertama di Indonesia.
 
"The Tripper Guitar memiliki keunggulan yaitu selain mudah dibawa kemana saja, gitar ini juga menggabungkan alat musik konvensional dengan sentuhan teknologi," imbuh Bayu.
 
Bayu menjelaskan, tren pasar instrumen musik di 2020 mulai mengarah ke penggabungan alat
musik tradisional dengan sentuhan teknologi. Produk yang dihasilkan yakni gitar yang dikombinasikan dengan mikroprosesor genggam, sehingga ringkas dan mudah dibawa bepergian.
 
Produk alat musik dan pengeras suara asal Indonesia juga mendapatkan preferensi tarif khusus untuk masuk ke pasar AS melalui skema Generalized System of Preference (GSP). Alat musik Indonesia mendapatkan keringanan atau tanpa bea masuk (competitive advantage) untuk memasuki pasar AS dibandingkan produk serupa dari negara lain.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward menambahkan bahwa para perwakilan perdagangan di luar negeri perlu terus meningkatkan kinerja ekspornya. Para pengusaha juga dapat memanfaatkan kerja sama dengan ITPC atau Atase Perdagangan di luar negeri agar produknya bisa dilirik pembeli di mancanegara.
 
"Potensi ekspor alat musik petik seperti gitar saat ini lebih menjanjikan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dody.
 
Indonesia merupakan pemasok alat musik terbesar ketiga di Amerika Serikat setelah Tiongkok dan Meksiko. Pangsa pasar Indonesia sebesar tiga persen atau sekitar USD170 juta. Ekspor Indonesia ke AS periode Januari-November 2019 tercatat sebesar USD18 juta, atau meningkat 16 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif