Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya (kanan). (FOTO: dok Modalku)
Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya (kanan). (FOTO: dok Modalku)

Total Dana Pinjaman UMKM Modalku Capai Rp7 Triliun di Asia Tenggara

Ekonomi umkm
Ade Hapsari Lestarini • 04 Juli 2019 19:20
Jakarta: Grup Modalku, bersama dengan total pendanaan di Singapura dan Malaysia, telah menyalurkan pinjaman modal usaha sebesar Rp7 triliun bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Asia Tenggara.
 
Konsisten dengan beberapa semester sebelumnya, Indonesia merupakan kontributor terbesar terhadap nilai total pencairan, dengan jumlah sekitar Rp4 triliun. Total pendanaan di Asia Tenggara ini telah naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan angka total pendanaan di akhir 2018. Sedangkan selama semester I-2019, Modalku telah meningkatkan jumlah transaksinya di Asia Tenggara menjadi lebih dari delapan kali jumlah transaksi Modalku sejak berdiri hingga akhir 2018, dengan total sekitar 750 ribu pinjaman UMKM.
 
Adapun target di 2019, Modalku dapat menjangkau sebanyak mungkin UMKM dengan produk-produk yang ada. Laju pertumbuhan jumlah pendanaan dan jumlah transaksi Modalku di semester I-2019 menunjukkan bahwa penetrasi serta jangkauan perusahaan ke UMKM, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara, semakin cepat dan kuat. Diharapkan seiring dengan kemajuan teknologi finansial dan peer to peer (P2P) lending, ekosistem UMKM di Indonesia serta Asia Tenggara akan semakin solid sebab aktivitas bisnis segmen tersebut dapat berkembang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan terus termotivasi untuk berinovasi. Tahun 2019 belum selesai dan masih banyak yang ingin kami capai. Kami akan bekerja lebih keras lagi untuk melayani sebanyak mungkin UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara," tuturCo-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Modalku menawarkan layanan P2P lending. Usaha lokal yang berpotensi dan membutuhkan pinjaman dipertemukan dengan pemberi pinjaman (baik individu maupun institusi) melalui pasar digital. Dengan mendanai pinjaman UMKM, pemberi pinjaman mendapatkan alternatif investasi yang menarik. Di sisi lain, UMKM mendapatkan tambahan modal usaha untuk mengembangkan bisnis.
 
Saat ini, Modalku menawarkan bermacam produk untuk kebutuhan UMKM yang berbeda-beda, termasuk pinjaman UKM dan invoice financing yang didasari invoice/tagihan usaha. Dimulai 2019, Modalku aktif melayani segmen pedagang mikro yang membutuhkan pinjaman tanpa agunan yang cepat dan mudah.
 
"Bagi usaha kecil, tidak selalu mudah untuk mencari pinjaman modal yang cocok dengan kebutuhan kami. Pinjaman Modalku menjadi penolong untuk permasalahan modal yang saya hadapi. Pertama, pinjamannya tanpa agunan. Ini sesuai kebutuhan kami. Selain itu, prosesnya cepat, mudah, dan tidak ribet," ujarSalah satupelaku UMKM Indonesia yang bergerak di bidang design interiordan salah satu peminjam Modalku,Muhamad Khoiruddin.
 
Saat ini, Modalku adalah platform P2P lending terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada
2018, Modalku menerima pendanaan seri B senilai Rp350 miliar dalam ronde investasi
yang dipimpin SoftBank Ventures Asia. Ini adalah pendanaan seri B terbesar yang pernah diraih
oleh suatu platform P2P lending dari Asia Tenggara.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif