Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Menkeu Waspadai Dampak Perang Dagang di 2020

Ekonomi Perang dagang
Eko Nordiansyah • 20 Mei 2019 16:23
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak meningkatnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Peningkatan yang terjadi sejak awal tahun ini diprediksi bakal berlanjut, dan bisa berdampak terhadap perekonomian di 2020.
 
"Mungkin kita juga harus secara waspada melihat dinamika eskalasi perang dagang maupun kompetisi sekuritas maupun strategis politik ini," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Dirinya menambahkan sejumlah institusi internasional telah memperkirakan pelemahan ekonomi dunia pada 2019. Sayangnya kondisi AS dan Tiongkok yang terus memanas dikhawatirkan menimbulkan risiko baru, yang akhirnya berlanjut hingga 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita lihat pada kuartal II dengan eskalasi antara AS dan Tiongkok tidak hanya dari sisi perang dagang namun sekarang masuk juga ke perang strategis dalam kompetisi startegis untuk bidang teknologi, maka ini akan menimbulkan eskalasi risiko," jelas dia.
 
Selain itu, peningkatan ketegangan geopolitik juga terjadi di Timur Tengah seperti di Iran. Hal ini diprediksi akan menyebabkan ketidakpastian global yang bakal meningkat, sehingga perlu antisipasi dari pemerintah.
 
"Jadi asumsi yang kita sampaikan tadi pada hari ini karena masih di dalam range sebetulnya mencakup risiko yang terendah hingga risiko tertinggi, sehingga range-nya memang terlihat cukup lebar, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, harga minyak, kemudian dari sisi kurs serta suku bunga SPN 3 bulan," ungkapnya.
 
Untuk tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,3 sampai dengan 5,6 persen. Inflasi antara dua hingga empat persen, tingkat bunga SPN 3 bulan lima hingga 5,6 persen, nilai tukar rupiah Rp14 ribu sampai dengan Rp15 ribu per dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD60-USD70 per barel, lifting minyak bumi 695 hingga 840 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.191 ribu-1.300 ribu barel setara minyak per hari.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif