Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Medcom.id/Syawaludin
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Medcom.id/Syawaludin

Daerah Rawan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Mentan

Ekonomi pertanian kementerian pertanian
Ilham wibowo • 31 Oktober 2019 11:38
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memetakan sebaran darah rentan rawan ketahanan pangan untuk segera diantisipasi. Saat ini ada 88 kabupaten yang tercatat di Kementerian Pertanian (Kementan) telah ditandai status merah.
 
"Insyaallah 16 Maret saya sudah tentukan daerah itu selesai dan menjadi daerah katakan lah memiliki ketahanan satu," kata Syahrul, ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Sebagian besar status meras tersebut terletak di timur Indonesia terutama wilayah Papua. Akses pangan terkendala. Kemudian minimnya ketersediaan dan harga pangan yang tinggi juga menjadi penyebab utama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum ketahanan sempurna, minimal rakyat tidak lapar, ada makanannya," ujarnya.
 
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengaku telah meminta penyuluh pertanian di daerah rentan tersebut untuk lebih fokus memberikan dorongan ketahanan pangan. Solusi jangka pendek, Kementan bersama beberapa kementerian teknis lainnya akan menyediakan bahan pangan dalam jumlah besar sehingga stok terjaga dan harga menjadi murah.
 
"Perlahan-lahan masuk ke agenda ketahanan dua, kita perbaiki cara mereka bertanam agar permanen mendapatkan pekerjaan, saya akan intervensi pada daerah itu," ujarnya.
 
Ia menegaskan bahwa masalah terkait pangan harus benar-benar ditangani secara serius. Kebutuhan pangan sudah menjadi unsur dasar yang akan memengaruhi hidup masyarakat Indonesia. Menurutnya Indonesia harus dibawa dan ditentukan oleh para petani dan bagaimana pertanian itu maju.
 
"Negara yang punya ketahanan ditentukan oleh ketahanan pertaniannya, lebih khusus pangan," pungkas Syahrul.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif