Menko Darmin: Kenaikan Suku Bunga Bisa Redam Pelemahan Rupiah
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution ikut mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir anjlok terhadap dolar AS.

Darmin mengatakan, salah satu cara untuk meredam gejolak nilai tukar agar tak terus menerus melemah yakni dengan upaya menaikan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

"Jadi ya kalau tekanan kursnya berjalan terus, pasti adjustment-nya di tingkat bunga," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018.

Saat ini, suku bunga acuan  BI 7 day reverse repo rate berada pada level 4,25 persen. Suku bunga terus bertengger di angka tersebut terhitung sudah tujuh bulan terakhir. Artinya, apabila ingin meredam depresiasi mata uang garuda, maka tingkat bunga harus lebih tinggi dari level saat ini.

"Artinya itu adalah salah satu cara yang biasanya berpengaruh meredam, kalau bisa memperlambat  hingga menghentikan pergerakan kurs," jelas dia.

Sebelumnya, BI telah menyiapkan langkah-langkah sebagai upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. Salah satunya tidak menutup kemungkinan BI melakukan penyesuaian suku bunga BI 7 day reverse repo rate.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kebijakan ini tentunya akan dilakukan secara hati-hati, terukur, dan bersifat data dependence atau mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan.

"Kita tidak menutup kemungkinan melakukan BI 7 Day Reverse repo rate, jika kondisi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan mengganggu stabilitas sistem keuangan," jelas Agus.



 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id