Swasembada Garam Terpenuhi Jika Tambah Lahan
Petani Garam. Medcom/Ayu.
Kupang:  Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko menyebut swasembada garam bisa terpenuhi jika lahan petani garam ditambah.

Budi mengungkapkan kebutuhan garam nasional sekitar 4,2 juta ton. Kebutuhan garam tersebut dapat terpenuhi jika minimal petani memiliki lahan sebanyak 40 ribu hektare (ha). Sedangkan berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lahan penggaraman yang ada hanya 35 ribu ha.

"Sementara data KKP ada milik PT Garam yang di madura 5.000 dan plus nasional hanya 30 ribu ha, jadi harus membuka lagi minimal 15 ribu ha. Itu baru swasembada," kata Budi di Desa Bipolo, Kupang, NTT, Selasa, 14 Agustus 2018.

Selama ini, diakui Budi, Indonesia masih impor garam untuk industri. Indonesia belum bisa swasembada garam industri lantaran terkendala iklim yang ada. "Untuk industrinya pasti masih impor karena klimatologi terbatas hanya 3-4 bulan, di Bipolo kemarin hujan juga," ucap dia.

Sedangkan untuk garam konsumsi, lanjut Budi produksi dalam negeri sudah mencukupi. Dari kebutuhan nasional sebanyak 750 ribu ton, produksi garam konsumsi sudah mencapai 3 juta ton. "Untuk konsumsi sudah memenuhi, kebutuhan konsumsi rumah tangga 750 ribu Indonesia sudah 2,5 juta-3 juta ton kalau musim normal," sebut dia.

Saat ini produksi PT Garam sebanyak 350 ribu ton. Garam itu terdiri dari 75 persen garam konsumsi rumah tangga dan 25 persen garam industri. Dari 4,2 juta kebutuhan garam nasional 350 ribu ton garam diproduksi dari PT Garam.

"Kan kebutuhan nasional 4,2 juta ton, PT Garam produksi 350 ribu, 350 ribu yang 75 persen untuk konsumsi rumah tangga dan aneka pangan dan sisanya untuk industri," imbuh dia.

Berdasarkan data dari PT Garam, sampai dengan 10 Agustus 2018 jumlah produksi garam sebanyak 93.881 ton. Garam tersebut dari penggaraman di Sumenep sebanyak 41.741 ton, di Pamekasan sebanyak 18.868 ton, di Sampang 21.046 ton, di Gersik Putih sebanyak 11.296 ton, di Bipolo 880 ton, dan di Sindir sebanyak 50 ton.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id