Nelayan Tetap Melaut Selama Ramadan
Perikanan (ANT/Saiful Bahri)..
Mukomuko: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyatakan mayoritas nelayan tradisional di daerah itu tetap melaut agar kebutuhan rumah tangga terpenuhi selama Ramadan.

"Nelayan tetap melaut karena merupakan mata pencarian utama untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat di Mukomuko dikutip dari Antara, Minggu, 27 Mei 2019.

Hanya sebagian kecil nelayan tradisional di daerah itu yang tidak atau jarang melaut karena sudah memiliki mata pencaharian alternatif sebagai petani kebun sawit.

Bagi nelayan setempat yang tidak mempunyai mata pencaharian alternatif tetap melakukan aktivitas melaut seperti hari biasa. Sedangkan jam kerja nelayan yang melaut selama bulan Ramadan 2018 mengalami sedikit perubahan dibandingkan hari biasa.


Nelayan yang biasanya pulang dari melaut sekitar pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, kini pulang melaut sedikit lebih lama, yakni sekitar pukul 15.00 WIB.

"Nelayan pulang melaut lebih lama dari hari biasa karena mereka berangkat melaut lebih lama dibandingkan biasa," ujarnya.

Sedangkan hasil tangkapan nelayan selama bulan Ramadan ini turun drastis diduga karena pengaruh arus deras di perairan laut di daerah itu. Arus deras di perairan laut di daerah itu membuat alat tangkap ikan sulit dikendalikan.

Selain itu pengaruh air laut jernih sehingga tidak adanya plankton sebagai makanan ikan di perairan laut di daerah itu. Dalam siklus air laut mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Kalau air keruh ada plankton, sebaliknya air laut jernih tidak ada planton sebagai makanan ikan. Selain hasil tangkapan menurun, jenis ikan hasil tangkapan nelayan setempat tidak berkualitas.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id