Rupiah. MI/RAMDANI.
Rupiah. MI/RAMDANI.

Ini Sanksi Jika Perusahaan Telat Bayar THR Karyawan

Ekonomi tunjangan hari raya berita kemenaker
Nia Deviyana • 09 Mei 2019 04:07
Jakarta: Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Andriani mengimbau perusahaan untuk tidak telat membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR). Sebab, jika terlambat, ada aturan yang menuntut perusahaan harus membayarkan denda kepada karyawannya.
 
"Aturannya paling lambat satu minggu sebelum hari raya. Kalau telat sanksinya harus bayar denda 5 persen dari THR," ujar Andriani usai mengisi diskusi di Hotel Milenium Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Andriani menambahkan semua pekerja berhak mendapatkan THR sesuai dengan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, termasuk pekerja kontrak dan lepas (freelance).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua pekerja berhak dapat THR, kontrak juga berhak, pekerja tetap atau tidak tetap sama," kata dia.
 
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan bakal mengeluarkan surat imbauan kepada perusahaan swasta mengenai pencairan THR.
 
Imbauan tersebut, kata Hanif, dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan setiap tahun yang berisi mengenai pembayaran THR Hari Keagamaan. SE tersebut tidak hanya ditembuskan kepada para perusahaan, tetapi juga gubernur, bupati, hingga wali kota se-Indonesia.
 
"Iya (seminggu sebelum Lebaran) THR harus cair.Nanti dalam waktu dekat surat imbauan kita buat," kata Hanif, belum lama ini.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif