Triwulan III, KPR Subsidi BTN Melesat 30,11%
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sepanjang triwulan III-2018 mengucurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak Rp88,92 triliun atau melejit 30,11 persen year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun sebelumnya, KPR subsidi yang dikucurkan BTN hanya sebanyak Rp68,34 triliun.

"Pertumbuhan KPR subsidi karena BTN telah resmi mendapat kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah daerah agar penyerapan FLPP tepat sasaran," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam paparan kinerja BTN triwulan III-2018 di Gedung BTN, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Oktober 2018.

Secara keseluruhan, penyaluran KPR sebesar Rp163,61 triliun atau tumbuh 21,81 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp134,31 triliun. KPR subsidi mendominasi, dengan porsi 54,35 persen dari total KPR perseroan.

Sementara, KPR nonsubsidi sebanyak Rp74,69 triliun atau tumbuh sebesar 13,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp65,97 triliun.

Untuk sektor kredit konstruksi perumahan, lanjut Maryono, BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,41 persen yoy atau sebesar Rp28,45 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III-2017 sebanyak Rp24,23 triliun yang mengalir bagi para pengembang perumahan.

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi BTN dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah mencapai 574.444 unit dengan nilai Rp54,93 triliun per September 2018.

"Dari pencapaian tersebut, sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR subsidi. Sementara sisanya dengan KPR nonsubsidi," imbuhnya.

Untuk kredit nonperumahan, BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,50 persen yoy menjadi Rp19,67 triliun dibandingkan triwulan III tahun lalu yang mencapai Rp17,33 triliun. Adapun kontribusi terbesar dari segmen kredit non perumahan adalah kredit komersial yang mengalir sebesar Rp15,05 triliun sedangkan kredit konsumer tercatat sebesar Rp4,6 triliun.

"Kami terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat memiliki hunian idaman, di antaranya merilis KPR Gaeesss yang menyasar generasi milenial dan melakukan pilot project KPR mikro dengan skema ABCG (Academy-Business-Community dan Government) bagi MBR untuk mengejar target pertumbuhan kredit di kisaran 19-20 persen tahun ini," tutup Maryono.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id