UMKM. MI/Adam Dwi.
UMKM. MI/Adam Dwi.

Danamart Siap Layani UKM dan UMKM

Ekonomi umkm fintech
Fetry Wuryasti • 02 Desember 2018 16:04
Jakarta: Industri fintech lending di Tanah Air Indonesia semakin diramaikan oleh para pemain baru, salah satunya adalah Danamart. Pada 28 November 2018 lalu Danamart telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.
 
CEO dan Co-Founder Danamart Patrick Gunadi menuturkan kesiapan melayani pinjaman untuk UKM dan UMKM dengan dua produknya yakni pinjaman untuk pembayaran tagihan (invoice financing) dan pembayaran PO (purchase order financing).
 
"Kami optimistis dengan dukungan infrastruktur sistem teknologi yang mumpuni, SDM yang terlatih serta manajemen yang berpengalaman di bidang keuangan, dapat berkontribusi terhadap perkembangan UKM dan UMKM di Indonesia," ujarnya, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, kata Patrick, terdapat gap pendanaan pada pelaku UKM yang mencapai Rp800 triliun. Maka guna memanfaatkan peluang ini, pihaknya memberikan kesempatan bagi lender untuk menyalurkan dana dan mendapatkan manfaat bunga penyaluran pinjaman.
 
Agar pendana dan peminjam mendapatkan kenyamanan dalam berinvestasi dan berbisnis, mereka bekerja sama dengan asuransi kredit. Dia menjelaskan jika terjadi gagal bayar, asuransi kredit akan menjamin 90 persen dari total kredit untuk mengembalikan dana ke pendana.
 
"Ini amat penting untuk menjamin keamanan dari berbagai sisi, oleh karena itu kami melakukan screening ketat pada scoring," ujar Patrick.
 
Danamart menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp100 miliar pada 2019 untuk para pelaku UKM dan UMKM. UKM dan UMKM dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar. Kerja sama dengan asuransi kredit diyakini membuat perusahaan tumbuh dengan optimal dan dapat melayani masyarakat unbanked di Indonesia, sehingga memiliki dampak sosial.
 
"UMKM saat ini banyak dihadapkan oleh fenomena susah mendapat modal atau pinjaman. Belum lagi perlu proses panjang dan jaminan untuk mendapatkannya. Kami berharap dapat membantu mereka dari segi pembiayaan yang lebih dinamis," tutupnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi