Perbankan Indonesia Siap Terapkan Kelanjutan Standar Basel III
Ketua DK-OJK Wimboh Santoso (Foto: dokumentasi OJK)
Abu Dhabi: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Wimboh Santoso menyatakan perbankan nasional berada dalam kondisi yang bagus dan siap menerapkan kelanjutan standar Basel III. Penerapan ini diharapkan bisa menunjang aktivitas bisnis di masa mendatang, terutama memaksimalkan fungsi intermediasi.

"Kita siap menerapkan kelanjutan standar Basel III. Perbankan kita saat ini well capitalized dengan CAR mencapai 23 persen dan didominasi oleh modal inti," kata Wimboh, saat berbicara sebagai panelis pada The 20th International Conference of Banking Supervisors (ICBS), di Abu Dhabi, seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu, 1 Desember 2018.

Dijelaskan Wimboh penerapan kelanjutan Basel III beberapa hal akan disesuaikan dengan kondisi perbankan nasional secara proporsional. Tidak seperti pada Basel I dan II yang diterapkan di seluruh bank umum, penerapan standar Basel III ini hanya diterapkan pada golongan bank tertentu, khususnya Bank BUKU 4, BUKU 3 dan bank asing.

Pada panel ini juga membahas perkembangan pesatnya fintech di berbagai belahan dunia. Wimboh menyampaikan standar seperti The Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) harus mulai memberi perhatian terhadap risiko yang bisa ditimbulkan dari perkembangan fintech ini.

Dalam kesempatan itu, ia berbagi pengalaman bagaimana Indonesia merespons perkembangan fintech di Indonesia. Inovasi keuangan harus tetap didorong karena bermanfaat untuk membuka akses keuangan bagi masyarakat, apalagi untuk kondisi Indonesia yang memiliki 260 juta penduduk yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau.

Namun, tambahnya, Indonesia telah menyiapkan payung regulasi untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul seperti cyber risk, pencucian uang dan pendanaan teroris serta mengedepankan market conduct yang memadai untuk melindungi konsumen.

Adapun ICBS ini digelar untuk membangun kerja sama di antara otoritas pengawas sektor keuangan internasional yang dihadiri lebih dari 200 peserta dari kurang lebih 100 negara.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id