Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Pemerintah Mendampingi Laju Startup

Ekonomi startup Unicorn
Annisa ayu artanti • 21 Februari 2019 19:35
Jakarta: Perusahaan rintisan (startup) di Indonesia mengakui bahwa pemerintah sudah memberikan dukungan positif terhadap pengembangan perusahaan startup.
 
CO Founder & Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa mengungkapkan sejak delapan tahun lalu, saat Tiket.com baru berdiri, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah merangkul perusahaan-perusahaan startup.
 
"7-8 tahun yang lalu (merangkul startup), sekarang sudah oke banget. Menurut saya sih nothing to complain, kayaknya dari segi pemerintah juga sangat support," kata Gaery saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gaery mengatakan pemerintah saat ini lebih membuka tangan dan mendukung perusahaan-perusahaan yang digaungi generasi milenial tersebut. Pemerintah meyakini adanya perusahaan startup akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Jadi kita melihatnya kita sangat positif," ucap dia.
 
Gaery melanjutkan saat ini Tiket.com sudah banyak berkolaborasi dengan pemerintah, seperti Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan sikap pemerintah dalam mendukung perusahaan rintisan.
 
Sementara dari sisi regulasi, Gaery tidak melihat suatu hambatan. Regulasi yang ada saat ini dinilai cukup mendukung industri startup.
 
"Jadi sebenarnya regulasi itu enggak ada yang berbeda jauh sih. Cuma ada beberapa inisiatif mereka (pemerintah) bekerja sama dengan kita, misal kita bikin co-branding bareng dengan Kementerian Pariwisata," tutur dia.
 
Salah satu ciri khas konsep pertumbuhan bisnis dari perusahaan rintisan alias startup adalah ekspansi dulu, untung kemudian. Tidak mirip bisnis konvensional yang melulu mengejar profit, tren yang berkembang bagi startup, yaitu merugi sambil mengejar valuasi.
 
Indonesia saat ini memiliki empat startup berlevel unicorn alias memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau Rp13 triliun. Unicorn tersebut terbagi dalam tiga jenis industri, yaitu Go-Jek yang merajai sektor transportasi, Tokopedia dan Bukalapak di marketplace, serta Traveloka yang memanjakan masyarakat berhobi pelesir.
 
Ari Adil sebagai independent wealth management advisor mengamati fenomena masuknya dana fantastis dari asing pada startup Indonesia itu. Go-Jek mendapat pendanaan senilai USD550 juta dari konsorsium delapan investor yang digawangi Sequoia Capital dan Warburg.
 
Ari juga menyampaikan bahwa riset Google menyatakan bahwa dari segi kuantitas kesepakatan investasistartupdi Indonesia masih dikuasai investor lokal. Cuma, secara nilai, investasi tersebut masih didominasi investor asing.
 
Karena itu, Ari menyarankan beberapa hal agar investor lokal lebih agresif mendanaistartup. Ia meminta adanya terobosan peraturan untuk dapat menyediakan kendaraan yang tepat bagi investor lokal.Di negara lain, investor dapat mendanaistartupmelalui produk investasi sebagai kendaraan yang sering disebutventure capital. Produk tersebut dikelola manajer investasi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif