Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

BI Yakin Penyaluran Kredit Meningkat di 2019

Ekonomi perbankan bank indonesia
Eko Nordiansyah • 23 Maret 2019 17:11
Yogyakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan kredit oleh industri perbankan tahun ini akan meningkat. BI telah mengeluarkan kebijakan makroprudensial melalui peningkatan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang bakal membuat bank leluasa menyalurkan kreditnya.
 
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Ita Rulina mengatakan kenaikan RIM guna mendorong bank mencapai target pertumbuhan kredit. Tahun ini BI menargetkan pertumbuhan kredit bank antara 10 sampai 12 persen, dengan perkiraan kredit bisa tumbuh di batas atas target.
 
"Biasnya (pertumbuhan kredit) ke atas. Kita ingin jaga harapannya sejak dari awal tahun. Jadi dengan direlaksasi dari sekarang, bank bisa dari awal tahun untuk ekspansif," kata dia, di Hotel JW Marriott Yogyakarta, Sabtu 23 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan kebijakan yang diambil ini juga menunjukkan bahwa BI ingin mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi bank sentral telah memastikan bahwa likuiditas perbankan mencukupi untuk menjalankan fungsi intermediasinya dalam menyalurkan kredit.
 
"Karena sebenarnya tidak mudah juga bank langsung untuk cairkan kredit. Maka dengan dilonggarkannya RIM, kita ingin perkuat sinyal ke perbankan untuk dorong kredit. Jadi bank bisa memanfaatkan likuiditasnya untuk mendorong kredit," jelas dia.
 
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan pada 21-22 Maret 2019 lalu, BI menetapkan kenaikan batasan RIM dari 80 sampai 92 persen menjadi 84 sampai 94 persen. Kebijakan yang melonggarkan bank untuk menyalurkan kredit ini akan berlaku pada 1 Juli 2019 mendatang.
 
Ita menjelaskan kebijakan ini diambil setelah melihat kondisi perbankan di dalam negeri. Dengan batas atas 92 persen, ada 51 bank yang sudah melebihi aturan. Sementara hanya 21 bank yang berada di bawah batas RIM yakni 80 persen.
 
"Ini yang sudah melebihi ketentuan RIM dalam menyalurkan kredit ada lebih banyak. Makanya RIM kita tingkatkan agar bank lebih leluasa menyalurkan kreditnya. Sementara yang di bawah RIM 80 persen, itu ada 21 bank, yang artinya harus hati-hati dalam mengelola likuiditasnya," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif