Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pendapatan Jasa Marga Turun 21,45%

Ekonomi jasa marga
Annisa ayu artanti • 05 November 2019 09:16
Jakarta: PT Jasa Marga Tbk mencatat pendapatan sebesar Rp21,51 triliun di kuartal III-2019. Adapun pendapatan tersebut turun sebanyak 21,45 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp27,38 triliun.
 
Mengutip laporan keuangan Jasa Marga, Selasa, 5 November 2019, penurunan pendapatan kali ini dikarenakan berkurangnya pendapatan kosntruksi menjadi Rp13,19 triliun. Padahal periode yang sama tahun lalu bisa mencapai Rp20,25 triliun.
 
Pendapatan konstruksi adalah kompensasi untuk jasa yang dilakukan kelompok usaha dalam pembangunan jalan tol baru dan peningkatan kapasitas jalan tol. Sementara pendapatan tol dan usaha lainnya mengalami peningkatan dari Rp7,13 triliun menjadi Rp7,95 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila dirinci terdapat tujuh tol yang dikelola oleh perusahaan yang mencatatkan peningkatan pendapatan. Ketujuh tol tersebut adalah Jakarta-Cikampek, JORR Seksi non S, Jakarta-Bogor-Ciawi, Surabaya-Gempol, Palimanan-Kanci, Semarang Sekesi A-B-C, Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.
 
Sedangkan dari entitas anak, Jasa Marga mencatat ruas tol yang mengalami peningkatan pendapatan adalah tol Surabaya-Mojokerto, Medan-Kualanamu, Ulujami-kebon Jeruk, Gempol-Pasuruan, Bogor Outer Ring Road, dan Pandaan-Malang.
 
Lebih lanjut, manajemen merinci, pada periode ini Jasa Marga mampu menekan beban pendapatan sampai 29,29 persen yoy. Tercatat, beban pendapatan pada kuartal III-2019 hanya Rp16,37 triliun, lebih rendah dibandingkan beban pada kuartal III-2018 sebesar Rp23,15 triliun. Dengan kondisi itu, laba bruto perusahaan menjadi Rp4,78 triliun.
 
Namun bila ditelisik lebih dalam, emiten berkode JSMR ini mencatatkan penurunan pada pos keuntungan dari pelepasan investasi yakni dari Rp876,911 miliar menjadi hanya Rp111,18 miliar, atau turun 87,32 persen yoy. Hal itu yang membentuk laba usaha perusahaan menjadi Rp 4,18 triliun.
 
Dari kondisi itu laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga mengalami penurunan dari Rp1,77 triliun pada kuartal III-2018 menjadi Rp1,5 triliun di kuartal III-2019, atau sekitar 15,25 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif