Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang

Asosiasi Kelapa Sawit Apresiasi Sinkronisasi Satu Data

Ekonomi minyak sawit
15 Mei 2019 13:00
Jakarta: Rencana Kementerian Pertanian (Kementan) menyinkronkan satu data kelapa sawit nasional disambut positif.
 
Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Gulat Medali Emas Manurung, kebijakan itu menjadi bentuk perhatian khusus yang selama ini diabaikan.
 
"Sinkronisasi satu data nasional perkebunan kelapa sawit diharapkan menjadikan sinergi antara petani dengan pemerintah semakin harmonis," ujar Gulat, Rabu, 15 Mei 2019
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Gulat mengungkapkan, sinkronisasi satu data diperkirakan mampu menambah produktivitas kelapa sawit.
 
"Sebab pemerintah sudah memberikan perhatiannya. Tidak simpang siur lagi berapa sih jumlah valid perkebunan kelapa sawit kita, di mana saja pengelolannya," ucap Gulat.
 
Dengan sinkronisasi satu data, Gulat mengatakan menjadi lebih jelas hak petani untuk mengelola areal kelapa sawit yang dibolehkan.
 
Baca: Akhir Agustus, Pemerintah Rilis Satu Peta Sawit Indonesia
 
Gulat menjelaskan, hal itu berdampak pada kesejahteraan petani. Sebab, jelas batasan haknya untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit.
 
Sebelumnya, Kementan menginformasikan sedang dilakukan sinkronisasi satu data kelapa sawit secara nasional dengan metodologi yang disepakati.
 
Pelaksanaan sinkronisasi itu melibatkan Badan Informasi Geospasial, Kementerian ATR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.
 
Berdasarkan data yang ada, luas areal kelapa sawit 14.327.093 hektare. Kementan menyebutkan, data diperoleh melalui metode sensus, sampling, administrasi report dan sistem database online.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif