Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Alasan Sri Mulyani Tangguhkan Restrukturisasi Merpati

Ekonomi merpati sekarat
Desi Angriani • 12 November 2018 10:59
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menangguhkan usulan restrukturisasi yang diajukan oleh maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Penolakan Kemenkeu ini turut mementahkan persetujuan yang diberikan oleh kreditur lainnya.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan pihaknya belum melihat adanya kreditur-kreditur yang kredibel untuk memberikan suntikan dana ke Merpati. Padahal restrukturisasi BUMN penerbangan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ke perekonomian.
 
"Kalau seandainya mereka memiliki modalitas yang kredibel kita siap mendukung secara baik," kata Ani sapaan akrabnya ditemui di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 12 November 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ani menegaskan para kreditur diharuskan memiliki rekam jejak yang bagus, membawa teknologi baru hingga dana yang memadai untuk Merpati. Selama hal itu tidak terpenuhi, Merpati terpaksa dilikuidasi demi membayar seluruh utang-utangnya.
 
"Saya inginkan adalah track record enggak hanya statement bilang masuk tapi enggak bawa expertise,cuma bawa nama saja karena buat pemerintah kan akhirnya juga perusahaan itu kalau pun sekarang bangkrut kita juga cuma mendapatkan sisa-sisa dari pinjaman yang sudah disalurkan dan tidak bisa dikembalikan,"ungkap dia.
 
Namun demikian, Menkeu tetap mendorong PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) selaku kreditur separatis melakukan uji kelayakan terhadap 81 kreditur yang memberikan persetujuan. Dari berbagai skenario yang ditawarkan, Ani bakal mencari solusi terbaik terhadap keinginan Merpati untuk mengudara kembali.
 
"Karena itu kita akan meng-encourage PT PPA untuk melakukan due diligence terhadap apapun skenario yang mereka tawarkan ke kita," pungkasnya.
 
Baca: Nasib di Ujung Tanduk, Merpati Ingin Terbang Lagi
 
Sebelumnya, nasib maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) amat bergantung pada putusan hakim Pengadilan Niaga Surabaya yang akan mengumumkan keputusannya, Rabu, 14 November 2018.
 
Pasalnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai salah satu kreditur terbesarnya telah menolak perdamaian yang diajukan BUMN penerbangan itu. Penolakan itu mementahkan persetujuan yang diberikan oleh kreditur lainnya yang menyetujui upaya restrukturisasi Merpati.
 
PT Bank Mandiri Tbk dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) selaku kreditur separatis (memiliki jaminan) menyatakan persetujuannya. Demikian juga dengan kreditur konkuren (tidak memiliki jaminan). Dari 85 yang hadir, sebanyak 81 kreditur yang memberikan persetujuan.
 
Merpati juga telah memiliki mitra strategis, yakni PT Intra Asia Corpora yang bersedia melakukan penyetoran modal hingga Rp6,4 triliun untuk membuat perusahaan itu kembali mampu mengudara. Dengan masuknya mitra strategis itu, diharapkan kewajiban yang dimiliki Merpati kepada berbagai pihak sebesar Rp10,3 triliun dapat dibayarkan sesuai dengan skema restrukturisasi.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi