Illustrasi . (Medcom/Budi Warsito).
Illustrasi . (Medcom/Budi Warsito).

BGR Logistics-Rumah Koperasi Indonesia Kerja Sama Rantai Pasok

Ekonomi logistik
07 Maret 2019 17:05
Jakarta: PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Logistics, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik, menandatangani nota kesepahaman dengan Rumah Koperasi Indonesia (RKI) tentang kerja sama kegiatan rantai pasok terintegrasi dengan Skema Perdagangan Coop2Coop.
 
"Kami berharap kerja sama ini sebagai awal sinergi yang dapat dilakukan BGR Logistics dengan Rumah Koperasi Indonesia," kata Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta dikutip dari Antara, Rabu, 7 Maret 2019.
 
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama BGR Logistics M Kuncoro Wibowo, dan Direktur Utama RKI Insanial Burhamzah.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani bertepatan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Dewan Koperasi Indonesia di Palembang, kemarin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam nota kesepahaman tersebut, BGR Logistics dan Rumah Koperasi Indonesia, akan melakukan kerja sama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan akan terciptanya kerjasama yang menguntungkan antara BGR Logisitics dan RKI.
 
BGR Logistics diharapkan dapat merencanakan dan mempersiapkan kegiatan penanganan rantai pasok terintegrasi dengan skema perdagangan Coop2Coop seperti proses penanganan impor, penanganan di Kawasan Pusat Logistik Berikat, pengelolaan penyimpanan, persediaan dan distribusi, serta perencanaan kebutuhan pengadaan dan distribusi
 
Setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara BGR Logistics dengan Rumah Koperasi Indonesia untuk mengatur lebih rinci terkait pelaksanaan kerja sama yang akan dilakukan.
 
BGR merupakan BUMN penyedia jasa logistik yang memiliki layanan logistik terintegrasi, mulai dari distribusi, pergudangan, freight forwarding, collateral management service, jasa pengiriman kurir, hingga jasa logistik limbah.
 
Masih Tertinggal
 
Perkembangan industri logistik Tanah Air disebut tertinggal 20 tahun dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Pasalnya, ongkos logistik mencapai 26 persen dari biaya produksi atau lebih tinggi dibandingkan dengan negara seperti Thailand dan Vietnam.
 
Mahalnya ongkos logistik dalam negeri tentu tak terlepas dari berbagai kendala. Misalnya, standarisasi sistem logistik yang baku untuk semua penyedia jasa maupun kenaikan tarif kargo udara yang tak bisa dibendung.
 
Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengungkapkan volume logistik di Indonesia tidak seimbang antara wilayah timur dan barat. Biaya logistik dari timur Indonesia ke wilayah Jawa lebih murah daripada sebaliknya lantaran tidak ada muatan.
 
"Sama juga terjadi di laut dengan tol laut, ini penyebab dari biaya logistik tinggi selain karena tidak efisien proses logistik kita," ujarnya, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif