Illustrasi. MI/Susanto.
Illustrasi. MI/Susanto.

Kebutuhan Gula Rafinasi untuk Industri Naik 5%

Ekonomi lelang gula rafinasi
23 Januari 2019 17:21
Jakarta: Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyampaikan bahwa kebutuhan bahan baku berupa gula rafinasi diprediksi naik hingga lima persen pada 2019 karena adanya target pertumbuhan di sektor industri makanan dan minuman.
 
"Diperkirakan kebutuhan 2019 meningkat sekitar lima persen. Stok saat ini cukup," kata Ketua Umum Gapmmi Adhi Lukman dikutip dari Antara, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman sepanjang 2019 mencapai 3,6 juta ton. Namun, rapat koordinasi terbatas memutuskan bahwa impor gula mentah tahun ini sebesar 2,8 juta ton, mengingat masih terdapat stok di industri sekitar 800 ribu ton.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah tersebut belum memperhitungkan kenaikan kebutuhan sebesar lima perseni. "Pemerintah akan meninjau ulang setiap tiga bulan dan bila dibutuhkan akan ditambah," ungkap Adhi.
 
Wakil Ketua Umum Gapmmi Rahmat Hidayat menambahkan, jika industri makanan dan minuman tumbuh, maka kenaikan kebutuhan bahan baku tidak dapat dihindari.
 
"Kalau industrinya tumbuh, ada kemungkinan lebih dari 3,6 juta ton kebutuhannya. Kami yakin pemerintah akan bijak untuk melihat ini," ujar Rahmat.
 
Diketahui, Kementerian Perindustrian membidik pertumbuhan industri makanan dan minuman tumbuh 9,8 persen hingga akhir 2019.
 
Industri ini menjadi salah satu sektor andalan untuk mendongkak pertumbuhan industri nasional yang angkanyad itargetkan tumbuh 5,4 persen tahun ini, di samping empat industri lainnya, yakni industri mesin, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit barang dari kulit dan alas kaki, industri barang logam komputer dan barang elektronik.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi