Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko. Foto: Arga Sumantri/Medcom.id
Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko. Foto: Arga Sumantri/Medcom.id

Jiwasraya Akan Lakukan Restrukturisasi Internal

Ekonomi Jiwasraya
Arga sumantri • 15 Januari 2020 15:25
Jakarta: Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko akan melakukan restrukturisasi perusahaan. Langkah penyegaran diambil untuk mengatasi masalah gagal bayar yang membelit perusahaan pelat merah itu.
 
"Pertama (restrukturisasi) secara internal, perusahaan harus disehatkan modelnya, agar ke depan itu memang disebut dana sehat," kata Hexana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Menurut dia, penyehatan dana di Jiwasraya membutuhkan peran banyak pihak. Pemegang saham berperan paling dominan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita sudah membentuk bersama Kementerian BUMN, tim percepatan penyelesaian dan penyehatan Jiwasraya," ujarnya.
 
Hexana juga berencana melakukan holdingisasi. Namun, holdingisasitidak dilakukan pada pembenahan tahap awal. "Ada instrumen yang akan dikeluarkan, yang nanti akan dibeli oleh holding," ujarnya.
 
Ia menegaskan penyelesaian Jiwasraya dilakukan bertahap sesuai profit yang diterima. Setiap profit yang diterima akan dipakai menyelesaikan kewajiban terhadap nasabah secara bertahap.
 
"Tentu ini akan ada mekanisme, kita akan profile nasabah-nasabahnya seperti apa dan kemudian kita cari solusi yang terbaik bagaimana, mengalokasikan secara bertahap," paparnya.
 
Jiwasraya melakukan rekayasa laporan keuangan sejak 2006 demi memperoleh izin penjualan produk JS Saving Plan. Jiwasraya menempatkan 95 persen dana investasi di saham-saham gorengan.
 
Berdasarkan dugaan awal, total dana yang diinvestasikan di saham sampah tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.
 
Sebanyak 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun juga dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk.
 
Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun hingga Agustus 2019. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.
 
Kejagung akhirnya menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kelimanya ialah mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undnag-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif