Diskusi soal BUMN. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib
Diskusi soal BUMN. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib

BUMN Diminta Tak Bunuh Swasta

Ekonomi bumn
Zakaria Habib • 14 Desember 2019 18:51
Jakarta: Badan usaha milik negara (BUMN) diminta memberikan kesempatan kepada swasta. Perusahaan negara tak boleh lupa daratan dalam mengembangkan bisnisnya.
 
“Ada bisnis maintenance gedung dan lain-lain, itu harus dibagikan ke masyarakat, tapi jangan sampai BUMN matikan usaha masyarakat," kata Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Arif Budimanta dalam diskusi di Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Dia mencontohkan kondisi di Tiongkok. Perusahaan negara milik Tiongkok bisa berkembang bersama perusahaan swasta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada Sinok itu dimiliki oleh BUMN, tapi ada juga Alibaba, Tencent, dan lain-lain yang juga dimiliki swasta,” kata dia.
 
Di sisi lain, dia memaklumi anak usaha BUMN terus berkembang biak di luar bidang usaha intinya. Dia mencontohkan perusahaan tambang memiliki usaha perhotelan.
 
Dia menduga hotel awalnya dibangun untuk keperluan perusahaan. Namun, usaha itu berkembang hingga berdiri sendiri.
 
“Mungkin dulu (di daerah) tidak ada fasilitas itu, tapi setelah ekonomi tumbuh, daerah berkembang, BUMN berikan kontribusi ke wilayah, ada inisiatif ke daerah dan lain-lain,” ungkap dia.
 
Arif pun mengingatkan BUMN tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga menyejahterakan rakyat. BUMN mesti berperan untuk mendistribusikan kesejahteraan.
 
Kehadiran BUMN harus hadir dalam konteks keadilan sosial. Perusahaan pelat merah harus merombak pasar untuk menghasilkan harga yang yang lebih terjangkau.
 
“Misalnya harga gas untuk industri sekitar USD11, padahal best practice di beberapa negara hanya USD4-6. Jadi kalau kita bisa lakukan, itu bisa jadikan struktur ekonomi yang lebih efisien, harga produk jadi lebih kompetitif, rakyat yang beli bisa dapat harga dan kualitas lebih baik,” jelas dia.
 
Selain itu, Arif berharap BUMN bisa terlibat dalam transformasi ekonomi yang lebih maju. BUMN tak boleh hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga berjaya di dunia internasional.
 
“Kami harapkan BUMN tidak hanya kuat di dalam negeri tapi diakui kompetensinya di luar negeri,” kata dia.
 


 

(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif