Ilustrasi industri hijau. Foto : AFP.
Ilustrasi industri hijau. Foto : AFP.

Sektor Manufaktur Perlu Menerapkan Industri Hijau

Ekonomi industri manufaktur
Ilham wibowo • 16 Desember 2019 15:57
Jakarta: Pelaku industri di dalam negeri terus didorong untuk menerapkan prinsip industri hijau. Langkah ini seiring dengan semakin tingginya kepedulian pasar terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
 
“Secara bertahap dan pasti, pengakuan industri hijau sudah merupakan salah satu penentu faktor daya saing,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono di gedung Kemenperin Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.
 
Sigit menjelaskan prinsip industri hijau yakni terus menerus meningkatkan sistem produksi agar semakin efisien dan lebih ramah lingkungan dengan menerapkan praktik terbaik dalam hal manajemen perusahaan. Industri hijau juga peningkatan dalam pemilihan teknologi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami terus mendorong industri nasional untuk menerapkan industri hijau melalui perbaikan, efisiensi, dan efektivitas produksi, dengan pendekatan no cost, low cost, ataupun high cost,” ungkapnya.
 
Pelaku industri manufaktur yang sudah berorientasi industri hijau akan mendapatkan apresiasi dari Kemenperin. Mereka diminta terus menularkan kinerja dan inisiatif tersebut kepada industri nasional.
 
“Penghargaan Industri Hijau merupakan salah satu program yang dilakukan setiap tahun dengan tujuan memberikan manfaat yang cukup signifikan terhadap proses produksi perusahaan industri,” tuturnya.
 
Sigit mengemukakan, berdasarkan data self-assessment terhadap industri yang mendapat penghargaan level 5 dan level 4 pada tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp3,49 triliun. Selain itu, perusahaan yang menerapkan industri hijau juga bisa penghematan air sebesar Rp228,9 miliar.
 
Penghematan tersebut selain dapat membantu komitmen Indonesia dalam upaya penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29 persen atau 41 persen dengan bantuan dari luar pada tahun 2030. Program ini juga sebagai bentuk dukungan dari Kemenperin untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.
 
Adapun sebanyak 151 perusahaan meraih Penghargaan Industri Hijau pada 2019. Jumlah tersebut naik dibanding tahun 2018 sebanyak 143 perusahaan. Dari 151 perusahaan itu, 99 perusahaan di antaranya yakni kelompok industri agro, kemudian kelompok industri kimia farmasi dan tekstil sebanyak 42 perusahaan, serta kelompok industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika sebanyak 10 industri.
 
“Tahun ini, sebanyak 85 perusahaan industri menerima penghargaan level 5, sedangkan 53 perusahaan industri menerima penghargaan level 4,” ujar Sigit.
 
Sigit menambahkan pihaknya sedang mengembangkan program Sertifikasi Industri Hijau, yaitu pengakuan yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau untuk menyatakan bahwa perusahaan industri telah memenuhi Standar Industri Hijau (SIH).
 
Perusahaan diarahkan untuk lebih efisien dan efektif dalam menggunakan sumber daya alam, bahan baku, energi, air, dan lingkungan hidup serta terus melakukan continuous improvement.
 
Pada tahun ini sebanyak 18 perusahaan industri berhasil mendapatkan Sertifikat Industri Hijau. Perusahaan-perusahaan tersebut berhak menggunakan logo industri hijau sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
 
“Pada tahun ini juga diserahkan sertifikat kepada delapan perusahaan industri yang telah melaksanakan surveillance tahunan dalam rangka mempertahankan sertifikat industri hijaunya,” imbuhnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Eko S.A Cahyanto menyampaikan, program Penghargaan Industri Hijau sudah dimulai sejak tahun 2010 dan kepesertaannya bersifat partisipatif, sukarela dan terbuka bagi seluruh industri nasional baik skala besar, menengah maupun kecil.
 
“Sepanjang 2010-2019, tercatat sebanyak 1.042 perusahaan yang mengikuti penghargaan dan telah lolos mendapatkan predikat sebagai industri hijau sebanyak 895 perusahaan atau 86 persen,” terangnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif