Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Pos Indonesia Bidik Q-COMM Berkontribusi 30% ke Pendapatan

Ekonomi pos indonesia
Nia Deviyana • 06 November 2019 16:31
Jakarta: PT Pos Indonesia menargetkan Q-COMM berkontribusi banyak pada pendapatan perusahaan. Hal itu seiring berkembangnya industri teknologi informasi dan meningkatnya pebisnis online.
 
Adapun Q-COMM merupakan layanan pengiriman paket antarkota dalam Jawa yang baru saja diluncurkan PT Pos Indonesia. Layanan ini diklaim memiliki beberapa keunggulan, yakni pengiriman bebas antre dengan aplikasi Quick Online Booking (QOB) yang bisa diakses dari website Pos Indonesia, pembayaran nontunai melalui platform PosGiro Mobile, dan layanan pick up service oleh O-Tanger dengan cara menghubungi call center 1500 261.
 
"Kami harapkan Q-COMM berkontribusi 30 persen dari total layanan paket kurir kita, karena kita juga masih punya layanan yang konvensional," ujar Direktur Komersial Pos Indonesia (Posindo) Charles Sitorus di Gedung Filateli, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski mendorong bisnis digital, Charles mengatakan Pos Indonesia tidak berinvestasi secara besar-besaran di bidang teknologi. Sebaliknya, yang dilakukan adalah meredesain ulang kinerja Pos Indonesia dalam mengoptimalkan pelayanan.
 
"Dulu di PT Pos, produk e-commerce enggak ditandai, kalau sekarang kita tandai. Sehingga sistem kami akan mengenali, mulai dari loket hingga mengantar, harus sampai dalam dua hari," paparnya.
 
Charles menuturkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebanyak 70-80 persen kiriman pebisnis online (pebisol) berada di Pulau Jawa. Itulah kenapa Pos Indonesia memprioritaskan bisnisnya di kawasan ini.
 
"Di 2020 targetnya ingin bisa masuk ke pasar pebisol bisa raih 10 persen market share," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif