Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Kadin: Investor Lebih Percaya Startup daripada Perusahaan Konvensional

Ekonomi kadin startup
Nia Deviyana • 12 September 2019 14:42
Jakarta: Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengatakan ada beberapa faktor yang menghambat akselerasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia. Salah satunya, sulitnya mendapatkan suntikan dana dari investor.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan pada saat ini startup lebih dipercaya para investor ketimbang perusahaan konvensional seperti pabrik tekstil.
 
"Kok bisa ya Gojek segala macam itu (dapat suntikan investasi), padahal terus merugi. Sedangkan TPT kan ada pabrik, dan itu jalan terus," ujarnya melalui keterangan resminya, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alhasil, ketika pabrik butuh untuk membeli mesin guna mendukung usahanya, tidak mampu membeli karena kurangnya dana.
 
Selain itu, masalah ketenagakerjaan masih membebani industri. Benny mengatakan, setiap tahun pemerintah memberlakukan kenaikan upah yang disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
 
"Seharusnya produktivitaslah yang menjadi indikator. Jadi kalau dihitung selama delapan tahun kenaikan upah itu dobel. Pertanyaannya, apakah produktivitasnya juga dobel. Paling hanya naik 30-40 persen," paparnya.
 
Kendati ada banyak tantangan, industri TPT menunjukkan kinerja yang positif. Kemenperin mencatat kinerja ekspor industri TPT nasional dalam kurun tiga tahun terakhir terus menanjak.
 
Pada 2016, berada di angka USD11,87 miliar. Kemudian pada 2017 menyentuh USD12,59 miliar dengan surplus USD5 miliar. Tren ini berlanjut sampai dengan 2018 dengan nilai ekspor USD13,27 miliar.
 
Sementara itu, pada periode Januari-Mei 2019, ekspor produk TPT nasional tercatat USD5,63 miliar atau naik dibandingkan capaian di periode yang sama tahun lalu di angka USD5,61 miliar. Komposisi produk yang diekspor tersebut mayoritasnya adalah pakaian jadi (63,1 persen), kemudian ada pula benang, serat, dan kain.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif